Masa Depan Hancur Karena Tidak Bisa Menjadi Dokter?

0
636

Setiap orang pasti memiliki impian yang ingin dicapainya dan mereka akan melakukan usaha terbaiknya untuk mewujudkan impian itu, tapi pada kenyataannya tidak semua orang bisa mewujudkan impiannya,walaupun telah melakukan usaha terbaiknya. Namun dengan tidak bisa dicapainya impian tersebut, apakah masa depan seseorang bisa dikatakan hancur, lenyap atau sejenisnya?.

Pertanyaan itu pernah saya dapatkan ketika saya tidak bisa mencapai impian yang saya rencanakan. Untuk pertama kalinya saya merasa masa depan yang saya rencanakan telah hancur. Dimana impian saya sesungguhnya adalah menjadi seorang dokter, saya sudah berusaha yang terbaik dalam mempersiapkan diri saya untuk menghadapi test tertulis untuk mencapai semua itu. Saya test dibeberapa universitas namun saya tidak bisa lolos dalam test itu karena suatu hal.

Saat itu saya mencoba berkonsultasi dengan orang tua untuk meminta rekomendasi program studi apa yang sebaiknya saya cari selain kedokteran. Kemudian orang tua saya menyarankan saya untuk mencoba mencari program studi hubungan internasional di salah satu universitas swasta di Jawa Tengah, dan tanpa pikir panjang saya pun mencoba saran tersebut.

Hasilnya pun mengejutkan, karena saya dinyatakan lolos di universitas tersebut. Pertama mendengar berita itu, perasaan saya tidak karuan antara senang, sedih yang bercampur dengan keraguan yang sangat mendalam. Banyak hal yang menjadi pertanyaan di benak saya saat itu, “Apakah saya bisa menjalankan program studi itu dengan baik? Apakah program studi itu dapat mengantarkan saya pada kesuksesan yang saya rencanakan, saat saya ingin menjadi seorang dokter?”.

Bisa dikatakan saya menjalankan program studi ini hanya bermodal nekat, tapi setelah masuk dalam ruang lingkup hubungan internasional lebih dalam, ternyata saya nyaman dan enjoy menjalankannya, walaupun ada beberapa hambatan yang saya rasakan dalam menjalankan semua itu. Hambatan itu mungkin tidak terlalu berarti jika dibandingan dengan kesuksesan yang saya impikan.

Dengan masuk dalam ruang lingkup hubungan internasional saya mendapat banyak sekali pengalaman baru yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dimana saya belajar berpolitik, belajar menjadi pengamat, belajar bernegosiasi dan masih banyak hal yang membuat pertanyaan yang pernah muncul dalam benak saya tersebut hilang seketika. Dan sekarang saya memutuskan untuk fokus dalam studi saya ini.

Ini merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan untuk saya dalam mencapai suatu kehidupan yang telah saya rencanakan. Pikiran awal saya tentang masa depan yang hancur, ketika tidak bisa menjadi seorang dokter menjadi pikiran yang sangat bodoh yang mungkin pernah saya pikirkan.

Statement itu muncul karena adanya perubahan definisi kesuksesan yang saya rasakan. Dimana kesuksesan itu tidak tergantung pada jurusan apa yang saya ambil, melainkan bagaimana saya menikmati, mendalami, dan yang terpenting adalah bagaimana saya berjuang untuk menjadi sukses dan mendapatkan kehidupan yang saya impikan. Jurusan maupun sekolah hanyalah media penunjang untuk mencapai semua itu, namun semua itu tidak akan tercapai bila tidak ada usaha yang keras dari dalam diri sendiri.

Penulis
Ni Kadek Dias Anggun Purnama Sari
Universitas Kristen Satya Wacana