Dies Natalis Lagi ? OMG …

0
781

Dies natalis? apa dies natalis lagi ? ampun deh . Belajar dari pengalaman yang dulu, yang namanya dies natalis itu bagi kelas ku sebuah hal yang mau tidak mau, suka tidak suka wajib diikuti.

21 Maret 2015 SMK Negeri 9 Semarang memperingati HUT nya yang ke-38. Banyak kegiatan yang ditampilkan oleh siswa diantaranya kulintang , dance , tari tradisional dan drama. Didalam kegiatan ini ada juga kegiatan baksos , jalan sehat dan outbound. Untuk menentukan konsep penampilan yang akan ditampilkan saat pensi hal inilah yang membuat siswa berfikir kreatif , ada juga yang mengeluh serasa kepala mau pecah.

Namanya aja pensi pasti bayangannya menyenangkan dan heboh tapi, tidak untuk proses menuju acara tersebut. Begitu banyak kendala yang perlu dijalani , seperti halnya menentukan konsep acaranya , pelaksanaan konsep , dan bla bla bla apalah itu . Yang namanya menentukan konsep pasti ada yang namanya debat , adu argumen yang kadang buat pikiran jadi kacau . Kepengennya ini , tapi yang lain tidak setuju , karna ini lah, itu lah , namanya juga 1 kelas ada 36 orang , 36 kepala setiap orang pasti mempunyai pemikiran yang berbeda.

Itu lah akar permasalahan dari perdebatan yang terkadang tak berbuah hasil apapun . Saat konsep udah dibuat , tinggal melaksanakan konsep tersebut dengan latihan dan latihan . Namaya juga “LATIHAN” pasti mulai dari “NOL” kayak pombensin aja nih , hehehe

Tapi bukan itu yang saya maksud , peace . Latihan dari gerakan 1 ke gerakan yang lain , harus menghafalkan gerakan ini itu yang bikin pusing . harus sesuai dengan konsep yang udah di buat . Latihan itu lah sumber dari kejenuhan yang kadang bikin stres dan jadi males latihan . Pulangnya sore , istirahatnya sebentar jadi pada males latihannya. mau komentar , takut salah, mau ngasih saran dikira profokator. Tapi mau gimana lagi berbulan bulan untuk latihan acara dies natalis .

Apalagi kalau waktu menuju acara dies natalis tinggal sebentar mungkin tinggal 2 minggu sebelum hari H. latihan diadakan secara terus menerus serasa pemadatan “UJIAN NASIONAL “ tapi ya sudah dijalani saja , sudah latihan susah payah , tidak disediain tempat untuk latihan , padahal itu acara sekolah tapi tidak difasilitasi apapun . Semua harus latihan di aula. iya kalau aulanya bisa mencakup 15 kelas , untuk 3-4 kelas sudah penuh . Makin kesini makin banyak kendala nya.

Acara dies natalis tinggal 2 hari , dan latihan semakin diperpadat. Ditentukan di tempat A jam datangnya jam sekian, pulangnya jam sekian pula. Tapi harus dan wajib menjalaninya , yang membuat semakin males akan latihan . Padahal yang seharusnya dibuat istirahat untuk menyiapkan mental tapi dibuat untuk latihan ,tapi mau bagaimana lagi . “Jum’at, 21 maret 2015” acara yang ditunggu datang , semakin tidak yakin akan penampilan kami . Yang satu belum hafal, yang satunya gerogi, yang satunya malu-malu seperti kucing makanya kelas kami memilih memakai topeng untuk menutup rasa malu, tepat pukul 11.30 giliran kelas kami tampil dan ternyata hasil dari jerih payah kami semua berjalan dengan lancar , sukses yang diluar dari perkiraan. Banyak orang yang memuji penampilan kami . Merasa terharu mendengarkan hal tersebut , yang mereka tidak tau dibalik penampilan terbaik yang kami berikan . Banyak sekali rintangan yang perlu dilalui .

Acara boleh usai tapi semangat masih menggebu-gebu , rasa kangen terkadang muncul dipemikiran kami akan susah payah , rasa menahan ego . Yang awalnya sangat “KONTRA” akan acara tersebut tapi setelah dijalani dan sukses , muncul rasa-rasa rindu akan kebersamaan bersama teman – teman pada saat latihan acara dies natalis . Begitu sangat berarti acara “dies natalis “ ini , mengajarkan kita untuk kompak, saling empati, saling tolong menolong , saling menekan ego masing-masing dan bekerja sama demi kelancaran acara tersebut. Yang namanya “SUKSES” sudah pasti terasa bangga tapi “PROSES” menuju sukses itu lah yang terkadang banyak menghadapi kendala. “SUKSES” itu pasti butuh yang namanya dan usaha , kalau kita sudah melewatii sebuah “PROSES” maka akan merasakan rasa “SUKSES” itu kita akan dapatkan dengan bangga. Bukan hadiah yang diharapkan dari acara ini tetapi ingin menunjukan bahwa kami mampu menjadi yang terbaik dan menampilkan hasil kreativitas kami .

Penulis
Dian Istiqomah
SMK Negeri 9 Semarang