Kisah Putih Abu Abu

0
499

SMK Bagimu Negeriku Semarang, tempat aku belajar dan menjalankan rutinitasku sebagai anak sekolah. Disinilah kisahku bermula………

Perkenalkan, namaku Aji Atha Hidayat. lahir di Kota Semarang tepatnya pada tanggal 27 November 1998. Dan biasa dipanggil dengan nama Aji atau teman-teman deketku biasa memanggilku Klepon. Pasti di sekolah kalian mempunyai julukan atau sapaan akrab dari teman-teman dan itu pasti, padahal tubuhku tidak gemuk seperti klepon, jajanan yang sering kalian kenal. Nah, nama julukan itu ada karena aku sempat memangkas rambutku sampai gundul, karena gundulku yang menawan dan agak mirip klepon(jajan pasar yang berwarna hijau).Dari kejadian itu, satu persatu teman-temanku  memanggilku dengan nama Klepon.

Suatu hari aku pernah mengalami peristiwa yang tak akan pernah aku lupakan. Peristiwa ini terjadi saat aku berangkat sekolah hampir terlambat karena guru piket sudah hendak menutup gerbang sekolah. Untungnya aku masih sempat masuk gerbang sebelum ditutup. Dengan napas setengah terengah-engah buru-buru aku lari dari gerbang sekolah menuju koridor. Sampai di depan koridor aku bertemu dengan salah satu guru, kemudian saya mengucapkan salam “Selamat pagi, Pak”. Kemudian aku berlari kecil cepat-cepat menuju kelas agar tidak terlambat masuk kelas karena lagu Indonesia Raya segera diputar, karena disetiap pagi di sekolahku diputarkan lagu Indonesia raya untuk mengenang jasa para pahlawan.

Saat aku melewati koridor, di sana ada dua kakak kelas cewek yang melihatku dengan tatapan heran, kagum, entah terpesona atau karena apa. Tentunya aku “pedebanget” sudah bias tebar pesona ke kakak kelas.Aku merasa diriku keren, cool Karen dilihati kakak kelas, tetapi karena rasa percaya diri yang tinggi makanya aku sih cuek-cuek saja, stay cool biar tidak terlihat grogi karena dilihatin terus.

Setelah selesai dengan perihal pandangan kakak kelas, aku pun bergegas naik ke lantai 2 menuju ruang kelas agar tidak terlambat. Namun, herannya aku saat sampai dibawah tangga gedung D, banyak orang dan pas di sana gebetanku juga ada di krumunan orang-orang itu. Mereka melihat ke arahku dengan tatapan yang sama saat aku bertemu dengan kakak kelas di koridor. Aku bingung kenapa dari tadi dilihatin banyak orang, mereka memandangku dengan pandangan terheran-heran.Dengan cueknya dan tanpa dosa, aku berfikir bahwa aku memang keren sehingga banyak orang terpesona saat melihatku.

Kemudian rasa penasaranku terjawab sudah, kenapa dari tadi banyak orang memandangku dengan aneh. Pada saat aku naik tangga kemudian aku bertemu  dengan temen cewek dari jurusan lain. Hal yang tidak aku kira, pernyataan yang membuatku malu, bukan karena keren ternyata mereka melihat ku lewat, tetapi karena“Ish upilnya Aji gandul dihidung besar pula”. Dengan polos kemudian aku menjawab “Masa sih? Apa iya?”.Sambil memegang hidung kemudian aku mengecek hidungku, buseeetttt memang benar ternyata ada upil dihidungku, gede pula.

Dalam hatiku, aku malu banget, aku kira mereka memandangiku karena aku keren pagi itu, sehingga mereka memandangiku dengan mata tak berkedip.Namun, apa boleh buat ternyata terdapat upil dihidungku dan disitu kadang saya merasa sedih.Karena upilku lebih keren dari pada wajahku, sehingga bias mempesona banyak mata untuk melihatnya tanpa berkedip.Sungguh, aslinya malu sekali berarti tanpa secara tidak langsung gebetanku juga memandangku pagi itu bukan karena aku keren, tetapi karena ada upil besar.Untungnya nama panggilanku tidak ditambah “Aji upil” sama teman-teman setelah peristiwa hari itu.

Selanjutnya ada lagi peristiwa tak terlupakan bagiku yaitu saat aku ingin memberikan kejutanuntuk temanku di kamar mandi. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 19 Desember 2013.Aku masuk kamar mandi gedung B dan aku bersiap memberikan siraman air kepada Dimas saat dia masuk ke kamar mandi.Namun,betapa terkejutnya aku karena sasaran yang inginku siram bukan temenku cowok malahan yang masuk ke kamar mandi adalah dua temen cewek yang datang mau mengganti baju sekolah dengan baju olah raga. Serentak dua teman cewek itu berteriak-teriak sampai ada guru yang datang kedepan kamar mandi, ya pastilah bias ditebak apa yang terjadi? Tentunya aku langsung kena marah karena menyiram teman cewek dan membuat keributan.

Setalah selesai mendengarkan marahan guru dan malu dilihat teman-teman yang lain, kemudian aku meminta maaf dan berjanji tidak usil lagi,dengan wajah yang tak sengaja melihat kearah petunjuk penggunaan kamar mandi murid, ternyata yang bikin aku dongkol sendiri karena aku salah masuk kamar mandi. Aku masuk ke kamar mandi murid putri, dan ternyata temenku masuk ke kamar mandi gedung C. Nah, kadang di situlah aku merasa malu hendak usil malah salah tempat.

Penulis
Aji Atha Hidayat
SMK BAGIMU NEGRIKU SEMARANG