Ketika Kaos Kaki Terbalik

3
597

Halo kawan, aku  Amelia Widya Octa Kuncoro Putri biasa dipanggil Amel atau Ucil . Yah mungkin karena aku paling kecil di kelas jadi teman-teman memanggilku dengan sebutan ucil itu . Berkat nama itu aku menjadi lebih akrab dengan teman-temanku . Kini aku duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan Bagimu Negeriku Semarang. Dan inilah ceritaku yang ingin ku sampaikan dengan judul “Ketika Kaos Kaki Terbalik” aku ceritakan

Suatu hari aku mengalami peristiwa konyol yang tak terlupakan . Pada saat itu aku sedang berangkat sekolah , aku diantar oleh papaku. Papa hanya mengantar sampai Beranda Bali saja karena Bus Sekolah menjemput disana.

Saat itu setelah aku turun dari motor aku berpamitan kepada papa dan berjalan menuju teman-temanku yang berada di pinggir jalan Beranda Bali yang juga sedang menunggu Bus Sekolah tiba. Aku berjalan dengan percaya diri menuju temanku. Banyak yang melihatku sambil tertawa kecil, yah aku hanya tersenyum melihatnya dan cuek atas reaksi teman-teman dan kakak kelasku tadi.

Bus sekolah telah tiba, aku dan teman-teman yang menunggupun akhirnya memasuki bus tersebut. Didalam bus tak seperti tadi , semuanya sudah sibuk dengan handphone nya masing-masing, karena di sekolahku handphone  wajib di kumpulkan di guru piket . Ada yang sedang membalas BBM ,  mematikan handphone , dan memberi identitas pada handphone nya tersebut.

Sesampainya di Sekolah kami pun turun dan bersalaman dengan guru piket yang berada di gerbang sekolah sambil memeriksa seragam,sepatu,kuku dan rambut siswa. Guru piketpun hanya tersenyum kecil terhadapku , sambil berjalan menuju kelasku tanpa dosa. Aku juga belum sadar atas ini.

Saat di gedung B aku melewati koridor dan menyapa yang berpapasan denganku , juga ketika aku melintas di gedung C dan D. Kelasku berada di gedung D  lantai 2 diantara kelas XI Jasa Boga dan XI Multimedia. Ketika aku menaiki tangga, temanku menyapaku dengan tersenyum , aku semakin bingung . Beberapa murid jasa boga yang berada di koridor gedung D lantai 2 tersenyum dan tertawa kecil melihatku.

Aku memasuki kelas dan mencari tempat dudukku, segera mungkin aku meletakan tas dan bergabung dengan teman-temanku. Tiba-tiba bel masuk pun berbunyi , kami langsung menuju bangku masing-masing dengan posisi siap dan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya . Ini adalah tradisi di sekolahku , awal pelajaran menyanyikan Indonesia Raya dan ketika pulang menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Jam pertama adalah jam produktif, kami siswa XI-RPL berganti memakai wearpack kompetensi keahlian dan menuju Lab. RPL . Sebelum masuk di Lab, siswa harus berbaris dulu di depan Lab tersebut dan melepas sepatu ketika masuk. Saat itu aku belum melepas sepatu jadi belum ada keanehan yang aku rasa.

Saat aku melepas sepatuku dan aku terkejut ketika aku melihat kaos kakiku terbalik , bagian luar menjadi bagian dalam dan sebaliknya. Akupun tak berpikir panjang, aku berteriak  “Kaos Kakiku Terbalik”. Teman-teman melihatku dan tertawa terpingkal-pingkal melihatku, betama malunya aku . Dan satu temanku berkata “Itu dari tadi waktu di Beranda Bali mel” Ya Tuhan ternyata ini sebabnya . Itulah pengalaman konyol yang tak akan pernah aku lupakan ketika aku bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan ini.

Penulis
Amelia Widya Octa Kuncoro Putri
SMK Bagimu Negeriku Semarang