TERANCAM PUNAH, TAMAN SAFARI INDONESIA 2 PRIGEN IMPLANTASI MICROCHIP PADA GAJAH SUMATRA

0
646

Ancaman kepunahan atau kelangkaan akhir-akhir ini menjadi pemberitaan akrab di negara Indonesia. Hal yang menjadi sorotan utama yang berhubungan dengan kelangkaan adalah BBM(Bahan bakar minyak). Padahal tak hanya BBM yang terancam punah atau langka tetapi juga satwa, salah satunya adalah Gajah Asia(Elephas maximus) yang selama ini seolah-olah keberadaannya diacuhkan.
Gajah Asia(Elephas maximus) beserta sub-spesiesnya masuk dalam daftar merah spesies terancam punah(critically endangered) yang dikeluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia yaitu IUCN(International Union for Conservation of Nature), termasuk Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Hal ini disebabkan oleh aktivitas pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, serta pembunuhan akibat konflik dan perburuan gading. Sedangkan kajian WWF-Indonesia menunjukkan bahwa populasi gajah Sumatera dalam 25 tahun telah kehilangan sekitar 70% habitatnya, serta populasinya berkurang hingga lebih dari separuh. Sehingga gajah sumatra menempati prioritas tinggi dalam konservasi gajah Asia.
Upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu melibatkan kerjasama antar berbagai pihak baik pemerintah maupun lembaga konservasi satwa. Sebagai salah satu lembaga konservasi satwa terbaik di Asia, Taman Safari Indonesia 2 prigen bekerja sama dengan Departemen Kehutanan dan Australia Zoo melakukan pendataan dan implantasi Microchip pada semua gajah sumatra di pusat latihan gajah(PLG), kebun binatang, dan seluruh penangkaran lain di seluruh Indonesia.
Salah satu tim edukasi satwa Taman Safari Indonesia 2 prigen menjelaskan bahwa Microchip merupakan alat yang berukuran sangat kecil setara kepala korek api yang diimplan di bagian belakang telinga sebelah kiri tepatnya di bawah kulit. Karena bentuk Microchip sangat kecil, keberadaannya dalam tubuh gajah tidaklah mengganggu dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tim pemasangan alat tersebut terdiri dari tenaga ahli Taman Safari Indonesia 2 Prigen termasuk dokter hewan dan para keeper atau mahout gajah. Tujuan pemasangan Microchip adalah sebagai alat pengenal identitas satwa, yang berisi nomor seri berbeda-beda. Sehingga dapat terhindar dari penipuan identitas ketika terjadi penangkapan dan perdagangan ilegal gajah sumatra oleh pihak lain.
Cara kerja Microchip adalah menerima, mengolah, dan menyampaikan informasi lewat karakteristik listrik tertentu. Ketika kulit telinga gajah di Scan menggunakan scanner atau mesin pemindai Microchip, maka Microchip yang ditanamkan di bawah kulit telinga satwa tersebut akan memancarkan sinyal frekuensi radio. Pemindai membaca kode unik yang ada di dalam Microchip untuk melihat database satwa tersebut. Mulai dari Gen yang ada di dalam tubuhnya dan otomatis akan memberikan informasi mengenai induk gajah, pemilik satwa, riwayat kesehatan, panjang, berat dan berbagai hal lainnya. Teridentifikasinya data seluruh gajah sumatra melalui implantasi Microchip maka kelestariannya akan terjaga.

Penulis

Hanin Safaringga