TAK ADA GADING KOTORAN PUN JADI

0
523

Tak ada gading kotoran pun jadi. Ungkapan ini pantas disandang gajah yang selalu dipandang hanya gadingnya saja yang bernilai dan dapat dimanfaatkan. Faktanya, kotorannya pun tak kalah bernilai. Benarkah kotoran gajah lebih bernilai daripada gading?. Memburu gading gajah sama halnya membiarkan gajah terancam punah. Terbukti dalam sebuah pemberitaan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dijelaskan bahwa Gajah Sumatra yang termasuk subspesies gajah asia, masuk dalam kategori Critically Endangered atau sangat terancam punah. Kajian WWF-Indonesia juga menyebutkan dalam 25 tahun gajah Sumatra telah kehilangan sekitar 70% habitatnya, serta populasinya menyusut hingga lebih dari separuh.
Tak hanya itu memburu gading juga pelan-pelan membunuh diri kita sendiri. Karena Gajah Sumatera merupakan spesies pelindung untuk spesies lainnya artinya gajah membantu mempertahankan keragaman hayati dan konsistensi ekologi dalam ekosistemnya. Bisa dibayangkan bila keseimbangan ekosistem terganggu maka akan berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia. Dampak nyata yang sering dijumpai adalah bencana alam banjir dan tanah longsor yang setiap kali terjadi memakan banyak nyawa. Dengan berhenti memburu gading kemudian memanfaatkan kotoran gajah maka diri kita dapat terselamatkan. Tidak salah bila kotoran gajah lebih bernilai daripada gading. Jika gading bernilai ekonomi, kotoran gajah memiliki nilai lebih dari sekedar nilai ekonomi yaitu bernilai bagi kelangsungan hidup lingkungan.
Taman Safari Indonesia 2 prigen adalah salah satu lembaga konservasi satwa yang telah mampu melakukan pemanfaatan kotoran gajah sumatra, dari 26 ekor gajah. Baik kotoran padat(feses) maupun kotoran cair(urine). Salah satu tim edukasi gajah TSI 2 prigen menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan berkat kerjasama antara pihak pengelola Taman Safari Indonesia 2 prigen dengan fakultas kehutanan UGM sejak tahun 2014, sebagai wujud kegiatan konservasi gajah yang terancam punah akibat perburuan gading.

Kotoran berupa feses diolah menjadi kertas dan papan partikel melalui serangkaian proses. Secara singkat proses pengolahan berupa pencampuran bahan perekat kemudian pengempaan selama 15 menit hingga menjadi papan partikel. Papan partikel yang telah siap pakai dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal salah satunya adalah bingkai foto. Sedangkan limbah berupa urine dimanfaatkan sebagai biogas. Kelebihan dari air kencing pada gajah adalah tiga hari sudah dapat digunakan jadi tidak perlu menunggu lama. Dengan sedikit kreatifitas teknologi daur ulang kotoran gajah maka perburuan ilegal gading dapat dikurangi bahkan dihentikan. Dengan demikian tak ada lagi alasan ekonomi sebagai alasan perburuan ilegal gading gajah. Tentunya semua harus disosialisasikan agar dapat diolah secara berkesinambungan.

Penulis

Hanin Safaringga