Melawan Ego demi Keberlangsungan Eksotika Gading pada Habitatnya

0
8763

Tiada gading yang tak retak, begitu kiranya peribahasa mengibaratkannya. Gajah yang dianugrahi gading sebagai nilai eksotika menjadi faktor penyebab hewan ini diburu manusia. Bagaimana tidak, perbururan gading menjadi salah satu  faktor punahnya hewan mamalia terbesar ini. Gambar di bawah, Bapak Suhadi dari Taman Safari Indonesia II Prigen  menjelaskan materi mengenai gajah, salah satunya mengenai gading pada acara Blog dan Fotography Workshop pada tanggal 17 Maret 2015.

Gading merupakan sepasang gigi seri pada bagian rahang atas yang terus tumbuh dalam kehidupan gajah. Gading gajah mulai tumbuh pada usia 2 – 3 tahun. Setiap tahun gading gajah akan tumbuh 15 – 18 cm/tahun. Gading tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan diri namun juga sebagai alat menggali tanah hingga memindahkan benda. Sejatinya gading gajah dapat dipotong dengan menggunakan gergaji kayu tanpa membunuh sang gajah. Ketika kita memotong gading gajah bukan dari pangkal, gading gajah masih dapat tumbuh berbeda jika diambil dari pangkal.

Alasan utama para pemburu mengambil gading gajah dari pangkal adalah untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Dikutip dari harian kompas.com tertanggal 12 Februari 2015, adapun harga gading jika dipotong tidak sampai pangkal harganya murah, sekitar Rp 5 juta/kg. Kalau dicongkel atau dipotong dari pangkal harganya bisa mencapai 30 juta/kg.

Gading gajah pada umumnya digunakan sebagai aksesoris seperti pada pembuatan pipa cerutu, cincin, hingga kerajinan tangan. Beberapa mitos menyebutkan bahwa dengan memakai perlengkapan dari gading gajah dapat meningkatkan stamina, menambah umur, hingga menolak mara bahaya. Bahkan di Jepang dan China gading gajah merupakan sebuah tolak ukur nilai kekayaan dari seseorang. Walaupun tidak sedikit pula gading gajah sebatas dijadikan hiasan di ruang tamu.

Sudah sepatutnya kita menjadi bagian untuk melindungi kehidupan salah satu satwa yang dilindungi ini. Selain dikarenakan jumlahnya yang semakin menurun, hal ini dikarenakan gajah merupakan species payung (mempertahankan kelestarian gajah akan mempertahankan kelestarian keragaman hayati di lingkungannya berada). Upaya konkret yang bisa kita ambil saat ini walaupun kecil adalah tidak mudah mempercayai mitos mengenai manfaat gading gajah dan tidak melakukan transaksi jual beli berkenaan barang yang berbahan dasar gading. Hal ini dapat meningkatkan harapan anak cucu kita kelak masih bisa melihat gajah di habitatnya bukan sekedar di buku cerita.

 

Penulis

Isha Frandika Hutama