Konservasi Demi Keberlangsungan Populasi Gajah

0
664

Selama hampir ribuan tahun, spesies gajah mampu mempertahankan populasinya di daerah Asia dan Afrika. Meskipun, satwa yang satu ini terancam punah karena cukup sering menjadi buruan para pemburu untuk diburu gadingnya. Kebanyakan para pemburu memburu gading gajah hanya digunakan untuk pajangan dekorasi rumah saja.

Taman safari Prigen merupakan salah satu lokasi yang cukup efektif untuk mempertahankan populasi gajah. Di taman safari, kita dapat menemui gajah-gajah yang dilindungi di tempat penangkarannya.

Ada beberapa fosil gajah, seperti tengkorak, gading, dan tulang belulang gajah yang masih tersimpan dengan baik di penangkaran gajah taman safari. Pengunjung diperbolehkan untuk mengamati lebih dekat fosil dari satwa terbesar di dunia tersebut.

Jika diamati lebih detail, tengkorak gajah mempunyai lubang-lubang kecil di bagian belakang. “Bukan berarti rusak, tetapi memang seperti itu bentuk asli tengkorak gajah,” jelas Suhadi, kepala penangkaran gajah taman safari Prigen. Fungsi dari lubang tersebut adalah untuk mengurangi berat dari kepala gajah itu sendiri. Kepala gajah menyumbang dua puluh persen dari keseluruhan berat gajah. Keunikan lain dari tulang-tulang gajah adalah tidak terdapat sum-sum di dalamnya, berbeda dengan manusia atau satwa lainnya. Jika salah satu tulang tersebut patah atau cedera, rekonstruksi tulang pun sulit.

Gajah hanya memiliki empat gigi geraham di mulutnya dengan berat kurang lebih empat kilogram per gigi. Sedangkan gading gajah merupakan perpanjangan dari gigi seri gajah. Berbeda dengan tulang-tulang yang lain, gading gajah memiliki sum-sum di dalamnya. Para pemburu biasanya memburu gading gajah sampai ke pangkalnya. Berbeda dengan mereka, para keeper di taman safari memotong gading gajah tidak sampai ke pangkal. “Jika dipotong sampai ke pangkal, gading gajah tidak akan bisa tumbuh lagi,” kata Suhadi

Gading gajah jantan Asia lebih besar dari gajah betina. Serat gading gajah jantan juga lebih lurus, yang membuat gading gajah jantan lebih kuat. Setelah para keeper memotong gading gajah, gajah akan meruncingkan lagi gading mereka ke batang-batang pohon atau tanah.

Pada dasarnya, fungsi gading gajah adalah sebagai senjata. Gajah juga menggunakan gadingnya untuk menggali akar-akar pohon, kemudian merobohkannya untuk dijadikan sebagai makanan mereka. Gading gajah jantan biasanya tumbuh sejak umur dua tahun. “Untuk betina tidak menentu, terkadang juga tidak tumbuh sama sekali,” kata Suhadi.

Gajah jantan hanya tumbuh kurang dari tiga centimeter per tahun. Masa hidup gajah, khususnya gajah betina yang rata-rata hidup selama tujuh puluh tahun mengalami masa kehamilan selama dua puluh dua bulan. Sedangkan rentang waktu kehamilan gajah betina biasanya selama lima tahun sekali.

Mamalia dengan nafsu makan yang luar biasa ini merupakan hewan dengan tingkat kecerdasan delapan kali lipat lebih tinggi dari manusia. Satu kali saja gajah dilatih untuk melakukan sesuatu, gajah tidak akan lupa selamanya. “Kalau manusia kan sering lupa,” celetuk Suhadi.

Ada beberapa bagian tubuh gajah yang dapat diolah untuk dimanfaatkan manusia. Selain gading gajah yang diburu untuk hiasan dekorasi rumah, kotoran gajah juga bisa digunakan untuk membuat papan partikel. Tidak hanya itu, kotorannya juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kertas. Selain kotoran, kencing gajah sangat baik untuk digunakan sebagai biogas.

Di taman safari ada beberapa pembagian gajah, seperti gajah tunggang, gajah lepas, gajah atraksi, dan gajah patroli. Dibutuhkan pelatihan rutin setiap hari untuk melatih gajah bisa melakukan atraksi. “Seperti mata pisau, jika pisau sering diasah, maka pisau akan tajam. Kalau pisau jarang diasah, maka pisau juga akan tumpul,” terang Suhadi.

Dalam satu hari, gajah menghabiskan kurang lebih seratus lima puluh liter air untuk minum dan mandi. Jika hari semakin panas, gajah akan membutuhkan lebih banyak air.

Gajah Asia memiliki berat kurang lebih mencapai lima ton. Sedangkan gajah Afrika kurang lebih bisa mencapai berat enam ton.

Gajah merupakan fauna yang selalu hidup berkelompok. Dalam satu kelompok terdapat sekitar lima puluh ekor gajah. Anak gajah mulai lepas dari lindungan orang tua mereka pada usia lima tahun. Jika gajah betina lahir dalam satu kelompok gajah jantan, maka gajah jantan tersebut akan diusir dari kelompoknya supaya pindah ke kelompok lain. Hal itu dilakukan untuk menghindari perkawinan sedarah antara gajah jantan dan betina.

Setelah tahun 2000, seluruh taman nasional di Indonesia dilarang menangkap gajah, kecuali jika gajah tersebut keluar dari habitat aslinya. Selain itu, taman safari juga menyematkan microchip sebagai tanda pengenal bahwa gajah tersebut adalah gajah asli Indonesia.

Dari waktu ke waktu, taman safari telah berperan besar dalam upaya penyelamatan gajah dari kepunahan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan satwa yang semakin menurun populasinya tersebut. Sifat serakah manusia yang mengutamakan kemewahan dunia tanpa peduli lingkungan sekitar membuat populasi gajah selalu terancam kepunahan. Untuk itulah, peran taman safari sangat penting dalam melindungi satwa-satwa di Indonesia.

Penulis

Ach. Wildan Rachmana