Balas Dendam ala Gajah

0
644

Balas Dendam ala Gajah

Puluhan Gajah Mengamuk, Seorang Penjaga Kebun Sawit Tewas. Itulah salah satu judul berita yang menghebohkan dari Kompas.com yang terjadi belum lama ini di Pekanbaru Riau, tepatnya pada Sabtu (21/3/2015) lalu. Sementara itu dikutip dari Kantor Berita Antara, sebulan sebelumnya Polda Riau meringkus delapan pemburu gading liar yang telah membantai enam ekor gajah.
Apakah gajah-gajah tersebut membalas dendam atas kematian rekannya? Apakah hewan ini memang mengenal balas dendam?
Gajah ternyata termasuk salah satu binatang dengan tingkat kecerdasan tinggi. “Kecerdasannya 8 x dari manusia, sekali diajari umumnya tidak lupa lagi,” ungkap Suhadi, Wildlife Supervisor Gajah & Badak di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Jawa Timur, Selasa (17/3/2015).
Suhadi mengambil contoh dari Gajah Sumatera yang ada di TSI II Prigen ini. Mereka dilatih dengan gerakan-gerakan seperti orang melatih anak kecil. Gajah yang masih muda, imbuh dia, akan cepat jinak dengan latihan intensif dalam 3 bulan.
“Sementara gajah-gajah remaja yang sudah berusia 20-25 tahun lebih lama jinaknya, yakni sekitar 8 bulan,” paparnya.
Dari keterangan ini dapat diketahui bahwa gajah pada dasarnya hewan yang cerdas. Ada kemungkinan mereka mampu mengenali siapa yang pernah mengusiknya lalu kembali untuk membalasnya. Namun hingga saat ini belum ada penelitian yang mendalam apakah gajah memang mengenal balas dendam secara spesifik kepada manusia, terutama yang terjadi di habitatnya.
Menurut salah satu narasumber dari berita tersebut, kawanan gajah liar berjumlah 20-30 ekor yang mengamuk ini berasal dari kantong gajah Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Kawasan itu sekarang kondisi hutannya sudah porak poranda akibat adanya pembangunan lahan perkebunan.
Bahkan organisasi konservasi independen WWF menyatakan, bahwa Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) sudah masuk dalam Daftar Merah (Red List) yang dikeluarkan oleh Organisasi International untuk Konservasi Alam (International Union for the Conservation of Nature – IUCN).
Penyebab utama penurunan habitat dan populasi Gajah Sumatera adalah kerusakan hutan yang banyak dikonversi menjadi lahan perkebunan, selain banyaknya kasus kematian karena diambil gadingnya secara liar.
Jadi apakah aksi amuk gajah itu merupakan bentuk balas dendamnya kepada manusia? Lalu siapakah sebenarnya yang memulai ‘perang’ ini? Jawabannya tentu sudah kita ketahui bersama.

Penulis

Nedi Putra AW