Yuk, Belajar Parenting dari Gajah!

1
3251

Gajah binatang yang amat besar
Matanya sipit, telinganya lebar
Hidungnya panjang kakinya besar
Dimana tempatnya ? Di kebun binatang

Anda yang tengah hamil atau telah memiliki anak saat ini pasti cukup familiar dengan nyanyian tersebut. Yup, benar saja karena saat kita sekolah TK dahulu  pasti pernah menyanyikan lagu ini. Hewan ini sangat mudah dikenali dari ukuran badannya yang jumbo, belalai, gading, serta suaranya yang melengking.

Namun dibalik ukuran badannya yang besar ternyata gajah juga memiliki kecerdasan yang luar biasa. Gajah tidak pernah lupa, mereka bisa mengingat berbagai macam perintah, selalu mengingat rute dan jarak tempuh perjalanan serta dapat mengingat anggota satu koloni dan memiliki kemampuan membedakan panggilan untuk masing – masing gajah lainnya. Gajah bisa menghafalkan objek suatu benda yang dilihatnya, bahkan kemudian bisa melukiskannya.

Tidak hanya cerdas, Gajah juga memiliki empati dan sikap sosial yang tinggi. Sebagai contoh, Jika seekor gajah menjadi sakit, anggota kawanan itu akan membawa makanan dan membantu mendukung itu seperti berdiri. Jika mati, mereka akan mencoba untuk menghidupkan kembali dengan makanan dan air untuk sementara waktu. Bahkan mereka akan menandai kuburan anggota kelompoknya dan menangisi kematian anggota kelompoknya.

Anda mau tahu rahasia dibalik kecerdasan mereka? Saya yakin ini akan sangat bermanfaat untuk anda, sang bunda yang tengah mempersiapkan perawatan atau tengah mendidik buah hati anda.

Saat anak gajah lahir, gajah dewasa dan gajah muda lainnya dalam kelompok tersebut akan berkumpul di dekat gajah yang baru lahir tersebut. Bayi gajah ini akan menjadi pusat perhatian kelompok, bahkan yang mengurus sang bayi tersebut tidak hanya sang induk gajah sendiri melainkan juga anggota gajah lainnya. Pun demikian bila ada hewan atau manusia yang mengganggu, kelompok gajah tersebut akan berkumpul dan menjaga anak-anak di tengah.

Pada bulan pertama, gajah yang baru lahir masih goyah dan sering jatuh indera penciuman, pendengaran, maupun penglihatannya sangat buruk. Kontrol terhadap belalainya pun juga masih lemah sehingga masih sering jatuh tersandung. Namun induk gajah dengan telatennya menuntun anaknya tersebut hingga sanggup berdiri memfungsikan belalainya.

Sang induk gajah pun juga selalu memberikan ASI esklusif rata-rata 11 liter per hari hingga mencapai usia tiga tahun atau lebih. Dan yang lebih mengagumkan lagi induk gajah selalu menyediakan waktu bermain bersama anaknya minimal 2 jam setiap hari.  Seorang petugas di Taman Safari Prigen Pasuruan mengungkapkan gajah-gajah tersebut setiap hari selalu bermain dengan anak-anaknya pada jam 11.00 sampai 13.00 WIB.

Melihat besarnya kasih sayang gajah terhadap anaknya membuat kita banyak belajar bahwa perhatian, komunikasi, kesabaran serta pemberian waktu luang bermain bersama anak merupakan kunci keberhasilan  parenting. Maka tidak heran jika hewan seperti gajah dengan perlakuan seperti itu bisa tumbuh menjadi hewan yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tentu anda tidak mau kalah dengan gajah bukan? Maka, ayo luangkan waktu untuk bermain bersama si kecil!

Penulis

Yogi Budi Hartanto

1 COMMENT