Tanam Rumputnya, Selamatkan Gajahnya, dan Raih Labanya

0
438

Bagi sebagian besar orang, rumput adalah tumbuhan yang sangat ingin disingkirkan di halaman rumah mereka.Pertumbuhannya yang liar, cepat, dan tahan terhadap cuaca selalu membuatnya bisa hidup di kondisi tanah apapun. Keberadaan rumput pun dijadikan indikator bahwa rumah tersebut tidak terawat. Tidak heran bila di kota-kota besar kita tidak akan menemukan rumput bahkan di jalan sekalipun. Kalaupun ada mungkin itu hanyalah rumput hias yang sengaja ditanam untuk mempercantik taman. Bagi petani, rumput dianggap sebagai hama karena keberadaannya mengganggu pertumbuhan tanaman primer. Jarang yang melihatnya sebagai sebuah komoditas tanaman yang menguntungkan.

 

Namun, anggapan tersebut terbantahkan saat anda berkunjung ke Taman Safari Prigen Pasuruan. Rumput dianggap sebagai penyelamat gajah. Karena rumput lah yang menjadi makanan utama gajah. Ya tentu saja, sejak banyak hutan yang gundul karena banyak pohon yang ditebang oleh manusia serta keinginan untuk memiliki gading gajah, habitat gajah terancam. Tidak hanya perburuan liar tapi juga kelaparan mengingat rumput yang biasa ditemukan di hutan musnah. Akhirnya mereka terpaksa makan tanaman yang dibudidayakan manusia seperti kelapa sawit. Dan bisa ditebak, kejadian tersebut memunculkan konflik baru dengan manusia. Tidak heran bila, kita sering melihat di berita bawah gajah ditemukan tewas terbunuh atau teracuni dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

 

Kondisi tersebut membuat gajah harus dilindungi dalam area konservasi agar mereka tidak punah. Di area konservasi yang memiliki luas wilayah hutan terbatas, maka manusia harus mencari solusi agar gajah tetap hidup. Maka gajah tersebut harus dijinakkan agar tidak berbahaya bagi manusia dan selanjutnya kebutuhan makanan utamanya harus disediakan pula oleh manusia. Dan mulailah rumput menjadi komoditas pangan utama gajah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

 

Rumput gajah (Paniceae Purpureum), adalah rumput bernutrisi tinggi berukuran besar yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti kambing dan sapi. Tanaman ini cukup mudah untuk dibudidayakan. Biasanya orang melakukan pembudidayaan rumput gajah dengan cara menanam batang yang dipotong-potong seperti menanam singkong. Masa panennya pun tergolong cepat yakni 50 hari karena pada masa ini rumput gajah belum tua dan berbunga dan tidak terlalu muda. dan rumput yang bagus untuk pakan ternak juga rumput yang tidak terlalu muda dan tidak tua atau berbunga.

 

Yang perlu anda ketahui bahwa kebutuhan rumput seekor gajah dalam sehari mencapai 300 kg. Gajah di Taman Safari Prigen Pasuruan saat ini berjumlah 26 ekor. Bisa anda hitung sendiri berapa ton jumlah rumput yang diperlukan untuk memberikan makan seluruh gajah tersebut setiap harinya. Ini belum termasuk satwa lain yang juga memakan rumput gajah seperti badak, sapi hutan,dll.Kondisi ini membuat Taman Safari Prigen kekurangan rumput untuk menghidupi semua binatang di kawasan konservasi tersebut.

 

Nah kabar baiknya adalah, Taman Safari Prigen sedang membutuhkan rumput gajah dalam jumlah besar. Seperti yang diungkapan Bapak Suhadi Supervisor di area Gajah dan Badak, “Silakan bagi semua masyarakat yang memiliki tanaman rumput gajah, kami siap membeli berapapun jumlah rumput gajah yang anda miliki”. Bagi anda yang memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, anda bisa mencoba menanaminya dengan rumput gajah. Anda tertarik? Ayo, tanam rumputnya, selamatkan gajahnya, dan raih labanya.

Penulis

Yogi Budi Hartanto