BERCERMIN ( LAH ) PADA GAJAH

2
2765

BERCERMIN ( LAH ) PADA GAJAH

Gajah binatang yang amat besar
Hidungnya panjang telinganya lebar

Penggalan bait di atas sudah familier kepada adik – adik kita di PAUD maupun di TK, tapi sayangnya puisi tersebut berhenti hanya pada keadaan fisik saja, Apabila kita telaah lebih jauh, banyak filosofi dari binatang yang bernama GAJAH yang sangat bermanfaat bagi para pemimpin kita.

Gajah memiliki kepala yang besar bahkan bobot keseluruhan gajah 20% terletak pada kepalanya, ini di maksudkan bahwa seorang pemimpin harus mengedepankan akal sehat dan pikiran yang jernih dalam mengambil setiap kebijakan bukan mengandalkan kekuatan fisik yang mendukungnya, seorang pemimpin harus mempunyai ide kreatif yang inovatif untuk kepentingan bersama.

Gajah memiliki telinga yang lebar, itu dapat diartikan seorang pemimpin haru lebih banyak mendengar apa yang terjadi yang dikeluhkan oleh anggotanya dan lebih peduli terhadap masalah-masalah yang dapat menghambat dalam mencapai tujuan. Selain itu seorang pemimpin harus peka terhadap informasi- informasi dari luar apakah itu benar atau tidak.

Gajah juga mempunyai belalai panjang yang kadang oleh sebagian orang itu merupakan hidung gajah, padahal hidung gajah terletak di atas di atas tengkorak kepala, belalai adalah hanya kepanjangannya saja, ini bisa di asumsikan bahwa hendaknya seorang pemimpin bisa memaksimalkan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat, dalam artian sebagai penyambung kepentingan masyarakat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi sendiri

Gading gajah merupakan sumber kemanfaatan, karena berharga mahal, itu menandakan seorang pemimpin harus bisa memberikan rasa aman, damai, tenang dan memberi banyak manfaat kepada masyarakat.

Mata gajah yang kecil itu bisa di filosofikan bahwa seorang pemimpin harus bisa fokus melihat dan menelaah setiap masalah untuk kemaslahatan umat yang di pimpinnya, bukan untuk kepentingan partai atau pihak yang membelanya.

Satu hal lagi, gajah merupakan hewan yang sangat setia, patuh terhadap perintah keepernya, dan sangat setia terhadap pasangannya, andai sifat gajah tersebut bisa di aplikasikan oleh pemimpin kita, maka tidak akan ada lagi pemimpin yang tidak loyal terhadap janji kampanye yang telah di ucapkan, tidak ada lagi kasus APBD DKI jakarta yang carut marut, tidak ada lagi konflik KPK vs POLRI dan sirnanya perebutan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif, semua akan patuh dan setia terhadap tupoksi masing – masing

Andai nyayian tentang gajah bukan hanya sekedar nyayian tapi di cerna beserta filosofinya di dokrinkan kepada anak kita, adik kita sejak dini maka indahnya negara kita, jiwa pemimpin kita tidak akan memerlukan OBSERVASI di penangkaran gajah… hehe…

Penulis

MUKHAMAD AINUL YAQIN

2 COMMENTS