Ternyata Gajah Punya KTP Lho!

1
634

Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah KTP bukan? Ya, KTP yang merupakan kepanjangan dari  Kartu Tanda Penduduk merupakan bukti identitas diri yang diterbitkan oleh Pemerintah bagi warga yang tinggal di Indonesia. Bahkan saat ini, bentuk KTP tidak lagi berbentuk manual tetapi sudah lebih canggih karena telah dibuat secara elektronik. Sehingga KTP tersebut akan mudah dikenali oleh komputer.

Ternyata tidak hanya manusia yang mempunyai KTP . Gajah di Indonesia pun juga punya identitas diri yakni sebuah microchip yang berfungsi seperti KTP. Alat  elektronik kecil ini berfungsi menerima,mengolah, dan  menyampaikan informasi. Pada gajah, microchip ini diletakkan di kulit bawah telinga kirinya. Saat kulit gajah ini discan, maka microchip tersebut akan memancarkan sinyal frekuensi radio. Pemindai membaca kode unik yang ada dalam microchip untuk melihat database gajah tersebut. Sehingga gen yang ada di dalam tubuhnya otomatis akan memberikan informasi mengenai induk hewan, riwayat kesehatan umum, panjang, berat, dan berbagai informasi umum lainnya.

Sebagaimana yang diungkapkan diungkapkan Bapak Suhadi, Supervisor Wildlife Gajah Taman Safari Prigen Pasuran, bahwa gajah-gajah di seluruh Indonesia baik yang berada di kawasan konservasi maupun yang liar telah dipasangi microchip ini. Sehingga keberadaan mereka dapat mudah dilacak melalui komputer yang terintegasi dengan satelit. Alat ini pun diharapkan mampu meminimalisir tingkat perburuan liar, pencurian maupun penjualan hewan secara illegal.

Teknologi ini begitu penting mengingat gajah merupakan hewan yang terancam  langka, Seperti yang dilansir WWF Indonesia Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) misalnya, menunjukkan bahwa populasi gajah Sumatera kian hari makin memprihatinkan, dalam 25 tahun, gajah Sumatera telah kehilangan sekitar 70% habitatnya, serta populasinya menyusut hingga lebih dari separuh. Estimasi populasi tahun 2007 adalah antara 2400-2800 individu, namun kini diperkirakan telah menurun jauh dari angka tersebut karena habitatnya terus menyusut dan pembunuhan yang terus terjadi.. Salah satu penyebabnya adalah maraknya perburuan liar. Harga gading gajah yang mencapai ratusan juta rupiah membuat manusia berlomba-lomba untuk membunuh gajah demi mendapatkan jalan pintas untuk menjadi kaya.

Di sisi lain, banyak yang mengesampingkan peranan penting gajah dalam ekosistem, sehingga mereka berpikir bahwa membunuh gajah tidak akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem sekitar. Padahal, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata gajah merupakan spesies penting dalam  menyisir rumput-rumput tinggi dan membuat mudah hewan lain untuk memakan rumput-rumput pendek. Gajah pula lah yang menggali lubang air di dasar sungai kering sehingga hewan lain dapat menggunakannya sebagai sumber air. Nah,  bayangkan apa yang terjadi jika gajah punah?

Oleh sebab itu mari kita bersama-sama lindungi gajah agar tidak mengalami kepunahan. Anda pun juga bisa mengawasi dan melacak keberadaan gajah tersebut melalui teknologi microchip. Anda tertarik mengenal dan melacak jumlah gajah di Indonesia? Ayo kunjungi Taman Safari Prigen Pasuruan

Penulis

Yogi Budi Hartanto

1 COMMENT