Gajah Mati Tidak Hanya Meninggalkan Gading

1
869

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan nama. Peribahasa ini tentu sudah jamak kita dengar, tentu ungkapan ini ditujukan pada manusia bahwa selama hidupnya seorang manusia diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah tiada lagi. Namun sebenarnya peribahasa ini juga mengingatkan kita bahwa hewan pun juga memiliki peninggalan yang akan kita kenang.

Semua orang tahu bahwa gading adalah peninggalan gajah yang paling berharga. Tapi tahukah anda bahwa tidak hanya gading yang paling berharga, tapi juga air kencing dan kotoran gajah. Ternyata air kencing gajah dapat diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan yaitu biogas. “Hanya butuh waktu 3 hari untuk mengolah urin gajah menjadi biogas”, tutur Suhadi, Supervisor Wildlife Gajah Taman Safari Prigen. Selain itu kotoran gajah juga bisa diolah menjadi kertas dan partikel papan kayu. Luar biasa bukan? Anda bisa melihat sendiri hasil produksi kertas dan papan kayu di area penangkaran Gajah Taman Safari Prigen. Setelah anda melihat, saya yakin anda akan mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, kalau ini dikelola secara professional maka berapa ribu pohon dan berapa hektar hutan yang bisa kita selamatkan? Dan tentu saja orang-orang tidak perlu lagi membunuh gajah untuk diambil gadingnya. Malah, berlomba-lomba beternak gajah untuk dimanfaatkan air kencing dan kotorannya.

Hanya karena gajah binatang herbivora, yang hanya makan tumbuh-tumbuhan, seringkali posisinya kita samakan seperti kambing. yang tidak memiliki andil besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.  Tapi tahukah anda, apabila gajah mati maka ekosistem akan rusak. Gajah merupakan salah satu hewan yang membatu penyebaran benih. Beberapa jenis benih tanaman tidak akan berkecambah karena mereka tumbuh dari sistem hasil pencernaan gajah. Jilatan belalai gajah pada batu mampu menciptakan sumber nutrisi bagi hewan lain. Kotoran gajah pun dimakan burung-burung untuk mendapatkan benih dan kacang-kacangan yang dicerna. Gajah pula yang menarik pohon dan semak-semak berduri putus, yang membantu untuk menciptakan padang rumput untuk hewan lain agar bertahan hidup.  Maka , bagaimana nasib hewan dan tumbuhan yang bergantung hidupnya pada gajah? Ya, tentu saja, jika gajah mati tidak hanya meninggalkan gading, tapi juga meninggalkan masalah yang besar bagi kehidupan di bumi ini.

Apakah anda masih berkeinginan membunuh gajah demi mendapatkan gadingnya? Jika iya, coba saja binasakanlah mereka, niscaya anda sendiri yang akan binasa. Karena bila tidak ada lagi kehidupan di hutan maka tidak ada lagi bahan makanan untuk predator omnivora seperti kita dan tentu juga kita akan musnah. Oleh sebab itu, lestarikan kehidupan gajah untuk masa depan anak cucu kita, tentu karena kita tidak ingin dikenang menjadi kakek yang menghancurkan kehidupan cucu kita karena manusia mati meninggalkan nama, bukan?

Penulis

Yogi Budi Hartanto

1 COMMENT