Ojo Asal Jajan, Think First!

2
980
foto @mbak_widha

Penampakan makanan dalam gambar A adalah berbagai jenis makanan yang diolah dengan cara direbus/kukus. Makanan tersebut adalah hasil cocok tanam para petani lokal alias bukan import. Ada jagung, kacang, ketela, pisang bahkan kedelai. Sekilas makanan yang sedemikian rupa itu terkesan jadul dan ndeso banget.

Penampakan makanan dalam gambar B adalah berbagai jenis gorengan, ada tempe, tahu, molen, dkk. Dan yang namanya gorengan ya pasti cara masaknya digoreng, iya kan? Gorengan adalah camilan yang banyak disukai orang, karena rasanya yang gurih dan sangat cocok untuk menemani teh/kopi yang kesepian atau sekedar penggoyang lidah.

Andaikan disuruh jajan, antara A dan B, mana yang akan anda pilih? Kalau saya, ini saya loh ya! Pilih yang A, karena menurut saya meski makanan seperti itu jadul banget tapi lebih enak terlebih jagung manisnya. Selain itu, saya memang sengaja menghindari godaan gorengan yang mengriuk-ngriukan hati karena saya gampang cidera tenggorokan, kalau misal makan makanan yang berminyak berlebihan bisa sakit tenggorokan lalu jadi batuk atau bahkan pilek, kok bisa? mungkin tenggorokan saya yang tertalu sensitif terhadap efek minyak dalam gorengan itu, terlebih minyak yang digunakan untuk menggoreng biasanya dipakai keroyokan, abis pakai goreng tempe, terus untuk goreng tahu, abis itu goreng molen, dan seterusnya sampai si minyak gorengnya dekil gak karuan.

Pernah lihat acara tv yang menayangkan kecurangan-kecurangan penjual gak? Entah itu penjual daging tiren, bakso pakai borak atau apa gitu. Kebetulan saya dulu pernah lihat tv yang tayangannya pas mengulas kecurangan penjual gorengan dan sampai sekarang saya masih ingat karena sempat juga saya posting di blog (goreng pakai lilin), liputan itu menceritakan ada penjual gorengan yang mencampurkan lilin atau plastik kedalam minyak yang digunakan untuk menggoreng. Apa tujuannya? Tujuannya agar hasil gorengan lebih bersih dan hemat minyak. Hemat dari sisi mereka (penjual yang curang), tapi kalau gak sengaja dapat penjual yang curang begitu kan ngeri di kita selaku pembeli, karena makan gorengan yang digoreng pakai plastik atau lilin. Kalau soal minyak, yang jelas terlihat gak sehat dijajanan gorengan adalah dipakai berulang kali sampai warnanya keruh.

Ada yang beranggapan bahwa tayangan-tayangan seperti itu menakut-nakutin gitu, tapi menurut saya, ini menurut saya loh ya! Yang demikian bukan untuk menakut-nakuti tapi sebagai pengingat agar kita tidak jajan sembarangan, betul gak? karena meski banyak penjual yang jujur namun tetap perlu hati-hati untuk tidak asal jajan.

Hal sederhana lainnya berkaitan dengan jajan, misalnya seperti gambar dibawah ini.

foto @mbak_widha

Kalau di Jogja penjual jajan pasar dipagi hari itu banyak sekali. Antara gambar A dan B sama-sama jualan jajanan pasar, sama-sama dipinggir jalan. Jika suruh milih jajan di A atau B anda pilih dimana? Kalau saya, ini saya loh ya! Pilih yang B, alasannya sederhana yakni karena ditempat B kalau pas tidak ada pembeli jajan pasarnya ditutupin, sementara di A terlalu diumbar alias gak ditutupin, padahal posisinya kan dipinggir jalan, banyak asap kendaraan atau bahkan debu, parah-parahnya kalau ada lalat mampir gimana?

Intinya meski kita suka jajan, tapi Ojo Asal Jajan, Think First! Pilih jajanan yang sehat, entah dari cara ngolahnya, asal makanannya, kebersihannya dan lain sebagainya, bahkan jualannya ditutupin atau diumbar pun perlu kita pertimbangkan. Lalu, jangan lupa kalau niat jajan bawa tas sendiri dari rumah untuk tempat jajanan yang kita beli agar hemat plastik sehingga turut mengurangi pertumbuhan populasi sampah plastik. Kalau jajanan yang dibeli masih bisa ditempatkan dalam satu wadah ya dicampur saja, tidak perlu dipilah-pilah misal tahu plastik sendiri, tempe diplastik sendiri dan lain sebagainya dimana yang demikian sungguh boros plastik, peluang nyampahnya gede.

Lebih dari itu, kalau memang suka makan, paling bagus adalah tidak dengan cara jajan tapi masak sendiri. Karena kalau masak sendiri kita bisa mengatur atau membuat makanan yang benar-benar sehat, mulai dari bahannya dengan mencari yang produk lokal atau kalau buah sayur ya pilih yang organik, kalaupun masaknya sesuatu dengan digoreng maka bisa pilih minyak goreng yang produk hijau atau ramah lingkungan dan lain sebagainya. Kalau saya memang sukanya jajan, karena sekedar ngekos jadi jika masak sendiri gak cucok (*alasan, aslinya karena gak bisa masak dhing). [DHA]

#jogjahijau #idehijau “Don’t (just) recycle, think first”

2 COMMENTS