“Green Driving” Gaya Berkendara Ramah Lingkungan

0
745

Keterbatasan bahan bakar fosil di dunia yang setiap hari kian menipis dan tidak dapat diperbarui, membuat dunia harus berkomitmen bersama-sama menggalakan gerakan hamat energi, untuk mencegah kelangkaan dan memperpanjang stock penggunaan bahan bakar. Salah satunya adalah adanya gerakan Green Driving atau eco driving.

Jika anda masih canggung dengan istilah green driving? Maka ini adalah saat yang tepat untuk mengetahuinya. Istilah green driving mulai populer saat dunia mengkampanyekan isu ramah lingkungan. Sama halnya dengan istilah lain yang menggunakan kata “green” yang dekat dengan ramah lingkungan, begitu juga green driving.

Green Driving secara sederhana bisa diartikan sebagai cara berkendara yang ramah lingkungan. Tidak jauh berbeda dengan cara berkendara pada umumnya, hanya saja green driving menekankan pada prilaku positif saat berkdendara. Mengapa hal ini penting? Ternyata selain ramah lingkungan, green driving juga menjadikan kendaraan kita lebih hemat bahan bakar, aman dan nyaman saat dikendarai. Ingin tahu bagaimana prilaku berkendara green driving? Simak tipsnya berikut ini.

1- Gunakan kecepatan yang Stabil

Mesin akan mengkonsumi bahan bakar lebih banyak pada saat akselerasi atau peningkatan kecepatan, sehingga jika kita menjaga kecepatan pada titik tertentu saat berkendara, maka tidak akan banyak energi yang terbuang dan menjadikan konsumsi bahan bakar oleh mesin lebih hemat.

2- Minimalkan akselerasi dan pengereman ekstrem

Akslerasi dan pengereman yang ekstrem akan memboroskan energi, kecuali dalam keadaan terpaksa, usahakanlah untuk tidak berada dibelakangan kendaraan lain dengan jarak terlalu dekat, dengan menjaga jarak, kita dapat menghindari akslerasi dan pengereman ekstrem. Hal ini akan menghemat bahan bakar kita hingga 5 – 10%.

3- Siaga arus lalu lintas

Selama berkendara kita harus siaga pada 4 arah lalu lintas, depan, belakang, kanan dan kiri kita. Untuk itu kita perlu untuk melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mengfokuskan pandangan kedepan kita sejauh mungkin dan konsentrasi penuh.
  • Jangan ceroboh dengan bermain phonsel saat berkendara, hal tersebut merusak konsentrasi pandangan kita sehingga rawan terhadap kecelakaan, baik akibat diri sendiri, jalanan yang rusak bahkan kelalaian pengendara lain.
  • Memperlambat kendaraan dengan lembut, guna menghindari tabrakan kendaraan dibelakang kita.

4- Matikan mesin saat menunggu

Sewaktu kita sedang menunggu disebuah pemberhentian, entah di perlintasan kereta api, lampu lalu lintas atau sedang menunggu seseorang, yang diperkirakan lebih dari 60 detik, maka lebih baik jika kita mematikan mesin, karena secara tidak langsung akan mengurangi produksi polusi dari kendaraan kita.

5- Perhatikan muatan

Faktor utama yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar adalah muatan. Semakin berat beban kita bawa, pemakaian bahan bakar pun akan semakin besar. Penambahan beban 100 kg saja pada kendaraan roda dua akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 6 – 7 %. Jadi sebisa mungkin kita harus mengurangi beban tambahan yang tidak perlu saat berkendara.

6- Periksa tekanan Ban

Ban yang bergesekan dengan jalan, sehingga harus diperiksa tekanannya guna menghindara pertambahan hambatan gesek akibat tekanan yang tidak sesuai.
Standar tekanan ban untuk motor adalah 29 Psi untuk ban depan dan 33 Psi untuk ban belakang, sedangkan untuk mobil yaitu 30 – 34 Psi. Jika tekanan ini tidak sesuai, semisal minus 25% dari yang seharusnya, maka hambatan gesek akan meningkat 10% dan peningkatan ini memboroskan bahan bakar sebesar 2%. Karenanya rutinlah mengecek tekanan roda kendaraan minimal 1 bulan sekali.

7- Service rutin

Semakin lama kendaraan tidak diservice, maka akan semakin besar konsumsi bahan bakarnya. Hal ini disebabkan banyaknya kotoran pada bagian mesin yang menghambat efisiensi daya yang dihasilkan mesin. Untuk itu serviclah kendaraan setiap perjalanan 2000 – 5000 km.

Demikian tips sederhana yang perlu untuk kita lakukan bersama-sama sebagai wujud kepudilan kita terhadap lingkungan.