Renovasi Rumah agar Lebih Ramah Lingkungan

0
821

Menurut saya, rumah ramah lingkungan adalah penjelasan paling singkat tentang definisi green building. Jika memungkinkan semua unsur bangunan dibuat dari bahan yang ramah lingkungan, demikian juga perabot yang ada di dalamnya. SCP – Workshop blog dan fotografi bersama Kompas pada 13 Desember 2014 lalu memilih salah satu hotel di Prawirotaman sebagai satu contoh green building.

Contoh green building.
Contoh green building.

Bangunan tersebut dari awal sudah dikonsep untuk ramah lingkungan, dengan banyaknya jendela untuk ventilasi. Di bagian rooftop juga banyak dihiasi pralon berisi tanaman, seperti halnya warga Jepang yang menanam sayuran di atap rumah.

Mungkin kita akan tercengang ketika berkunjung ke Bumi Pemuda Rahayu (BPR), Dlingo Bantul Yogyakarta. Sebagai salah satu sentra bambu di Yogyakarta, BPR Dlingo memanfaatkan bambu sebagai bahan utama salah satu bangunannya.

Balai Bambu BPR Dlingo
Balai Bambu BPR Dlingo (foto: Facebook Bumi Permuda Rahayu)

Menurut Marco Kusumawijaya, founder dan direktur RUJAK Center for Urban Studies yang mengisi lokakarya di BPR Dlingo dua tahun lalu, dinding tembok pagar malah tidak menggunakan semen tapi menggunakan lempung.

Dinding
Dinding (foto: Facebook BPR Dlingo)

Kedua contoh bangunan di atas dari awal sudah berkonsep green building, lalu bagaimana dengan bangunan yang sudah berdiri belum memenuhi syarat green building? Apakah harus renovasi total agar ramah lingkungan?

Renovasi total butuh dana besar, kadang malah biayanya lebih besar daripada membeli rumah baru. Untuk menjadikan bangunan, khususnya rumah kita agar lebih ramah lingkungan dapat melakukan beberapa langkah berikut ini, mungkin terlihat sepele tapi dampaknya besar untuk bumi.

  • Mengganti lampu dengan lampu LED yang lebih ramah lingkungan. Tidak perlu ekstrim langsung mengganti semua lampu, tapi gantilah ketika lampu di rumah kita sudah mati. Lampu LED memang harganya lebih mahal, tapi lebih awet dan ramah lingkungan.
  • Tidak menggunakan Air Condition. Cukup sulit dilakukan, apalagi di daerah panas. Jika memungkinkan, ganti AC dengan kipas angin air (air cooler) yang banyak dijual di toko elektronik. Atau bisa membuat sendiri, tutorialnya banyak ditemukan di Youtube.
  • Penerangan alami. Sinar matahari adalah penerangan alami di bumi. Jika rumah kita ada di pemukiman padat yang tidak memungkinkan membuat jendela di sisi rumah, bisa memanfaatkan banyak genteng kaca. Agar sinar matahari masuk, beberapa bagian plafon ditutup dengan kanopi atau acrylic.
  • Cat rumah tidak mengandung bahan berbahaya. masih banyak cat yang mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Meskipun belum ada label resmi, tapi beberapa produsen cat sudah membubuhkan bebas timbal dan merkuri di kemasan. Timbal biasa untuk menghasilkan warna cerah dapat mengganggu sistem saraf dan organ reproduksi, sedangkan merkuri untuk anti jamur gangguan pada susunan saraf, otak dan ginjal. Selain itu keduanya juga merusak lingkungan.
  • Memelihara tanaman. Seperti halnya contoh hotel di Prawirotaman, meskipun rumah kita tak ada tempat lagi bisa saja memelihara tanaman dengan menggantungkan pot di dinding rumah, terutama yang berguna bagi lingkungan. Tanaman yang dianjurkan adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA), lavender untuk pengusir nyamuk, dan tanaman merambat untuk peneduh.

Itulah beberapa hal yang menjadikan rumah kita lebih ramah lingkungan. Lakukan hal tersebut secara bertahap supaya keuangan tidak terbebani. Lambat laun niscaya rumah kita tanpa terasa sudah menjadi green building.