Setitik Harapan Konservasi Gajah

0
723

Gajah asia yang memiliki nama latin Elephas Maximus adalah salah satu spesies gajah yang terancam punah. Kepunahan gajah ini dikarenakan banyaknya kerusakan hutan yang terjadi. Tidak hanya itu, di beberapa daerah, gajah memang sengaja diburu demi gadingnya.

Menurut data dari WWF,  populasi gajah di Indonesia semakin memprihatinkan. Banyak gajah yang kehilangan habitat akibat aktifitas penebangan hutan. Dalam 25 tahun, gajah sumatera telah kehilangan sekitar 70% habitatnya, hal ini menyebabkan penyusutan hingga 50% dari populasi gajah sumatera. Karena penurunan populasi gajah yang amat drastis, gajah dimasukkan kedalam satwa yang dilindungi berdasarkan PP no 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Hal ini memunculkan berbagai upaya konservasi gajah. Termasuk yang dilakukan oleh Taman Safari Indonesia II. Upaya konservasi gajah ini terus dilakukan demi mencegah gajah sumatera agar tidak bernasib sama dengan beberapa jenis gajah yang sudah punah.

Meski demikian, kelahiran bayi gajah di tempat konservasi bukanlah hal yang sepele. Pasalnya, Gajah merupakan hewan yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak. Pada satu periode kehamilan, gajah mengandung selama dua tahun dan hanya melahirkan seekor bayi. Beruntungnya, pada 6 November 2014 telah lahir seekor bayi gajah dengan berat mencapai 83kg dengan tinggi 82cm di Taman Safari Indonesia II yang berlokasi di Prigen, Jawa Timur.

Meski jumlah bayi gajah yang dilahirkan di tempat konservasi belum dapat mengimbangi pengurangan populasi gajah di habitat aslinya, tetapi upaya konservasi harus tetap dilakukan.  Upaya ini diharapkan dapat menyelamatkan gajah ditengah pembalakan hutan dan perburuan liar yang terjadi.

Penulis

Permata Putri I. A.