Siamang Si Setia

2
3121

Bagi sebagian orang di Indonesia, kepopuleran binatang ini jauh lebih rendah daripada binatang sekelas harimau, gajah dan singa. Tak heran, keberadaannya kini sudah hampir punah, mengingat sifat apatis masyarakat terhadap lingkungan hidup mereka. Deforestasi dan perburuan ilegal juga menjadi salah satu faktor mendukung mengapa eksistensi hewan ini mencapai tingkat kritis.

Hewan yang memiliki nama latin Symphalangus syndactylus, mempunyai ciri khas yang cukup unik. Postur tubuh yang kurang tegak dengan lengan yang panjang adalah salah satunya. Selain itu, siamang memiliki sebuah kantung di tenggorokan yang akan membesar ketika kera hitam ini mengeluarkan suara. Siamang juga termasuk satwa endemik di Indonesia dan dapat kita temui di pulau Sumatera.

Jika dilihat dari ciri fisiknya yang berbulu hitam seperti kera, sekilas siamang cenderung kurang menarik untuk dilihat. Walaupun tampak luar siamang tidak semenarik harimau, ternyata hewan herbivora ini tergolong binatang yang setia. Hewan berlengan panjang ini hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Mereka biasanya tinggal dalam kelompok-kelompok kecil. Anak siamang biasanya dirawat oleh induk betina hingga disapih pada usia sekitar satu tahun.

Siamang saja bisa setia dengan pasangannya masing-masing, sedangkan manusia yang secara harfiah lebih bisa merasakan perubahan emosi di sekitarnya malah lebih sering bergonta-ganti pasangan. Hewan ini bisa menjadi guru yang baik bagi manusia. Tapi sayang, mereka malah diburu dan diperdagangkan tanpa memikirkan nasib kehidupan mereka. Seandainya siamang dapat bicara bahasa manusia, mereka akan berkata “Jangan pisahkan kami dari pasangan-pasangan kami, wahai manusia.”. Mungkin manusia akan berpikir dua kali untuk tidak memusnahkan mereka jika mendengar kalimat tersebut.

Penulis

Zhafarina Malaha Nasmiarta

2 COMMENTS