Sarjana Kamuflase Sempurna

0
660

Berjalan-jalan di area Taman Safari Indonesia II, Prigen, Pasuruan, begitu menyenangkan, terlebih jika kita bisa mendapatkan berbagai ilmu seputar fauna yang ada di lingkungan kebun binatang liar ini. Salah satu hewan yang sangat menarik perhatian adalah tapir. Jika selama ini kita mengenal tapir sebagai hewan dengan bulu berwarna putih di hampir seluruh punggung hingga pantat dan hitam di sekitar leher hingga kepala dan keempat kakinya, kita akan terkesima dengan penampilan bayi tapir yang memiliki penampakan yang jauh berbeda dengan tapir dewasa dengan lebih didominasi warna hitam juga corak garis-garis putih di setiap sisi tubuhnya. Lalu pertanyaannya, kenapa berbeda?

Dalam rantai makanan, tapir yang memiliki nama ilmiah Tapirus Indicus ini berada di bawah para predator yang siap memangsa setiap saat. Seorang tour guide Taman Safari Prigen menginformasikan kepada peserta tour bahwa demi melangsungkan siklus hidupnya, seekor tapir perlu sebuah kamuflase sempurna yang bisa menyembunyikan identitas dirinya saat berada di alam liar. Warna hitam putih pada tapir dewasa sangatlah efektif mengelabuhi mata para predator yang sedang kelaparan dengan pura-pura menjadi batu besar sehingga mereka terbebas dari ancaman. Cerdas bukan? Nah, dengan alasan yang sama, pola warna hitam dengan corak garis-garis putih yang berbeda dengan sang induk inilah yang membuat tapir bayi bisa bersembunyi di balik baying-bayang pepohonan hutan yang tertimpa cahaya matahari karena sosoknya yang begitu mungil. Jadi, kombinasi warna dan pola yang lucu ini akan membuat bayi tapir lebih aman saat predator datang untuk memangsanya.

Perlu diketahui pula bahwa seekor bayi tapir membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan corak warna yang sama dengan tapir dewasa. Saat masih bayi, tapir muda akan selalu berada dalam lindungan sang induk selain mengandalkan kamuflase hitam dan garis putih tersebut. Baru setelah tujuh bulan, tapir muda ini akan mendapatkan warna serupa dengan tapir pada umumnya yang sekaligus menjadi penanda bahwa ia sudah mulai dewasa.

Penulis

David Bagus Setyo Nugroho