Pesona Cantik Beo Nias

0
1805

Beberapa orang penikmat burung, mungkin tidak akan asing dengan nama salah satu jenis burung yakni beo. Ya, burung yang dapat menirukan bunyi dan suara apa saja, bahkan suara manusia. Di Taman Safari II, setelah guide mengantar anda melewati kawasan dengan sejumlah hewan-hewan besar yang buas, di salah satu bagian anda akan ditunjukkan pada wilayah bagian spesies burung.

Bagi anda yang terbiasa hidup di kota, ini akan sangat menarik. Anda akan dilihatkan pada beberapa macam burung. Baik yang berada dalam sangkar, maupun yang dilepas dan telah jinak. Sehingga anda dapat melihat dari jarak sangat dekat. Bahkan beberapa burung, dengan panduan guide, diperbolehkan untuk anda sentuh dan juga hinggap di tangan anda. Sehingga anda dapat berpose manis dengannya. Salah satu diantara burung yang cantik tersebut ialah beo nias.

Pembeo memiliki arti suka menirukan perkataan orang lain. Tentu saja burung beo dapat menirukan berbagai suara karena terlatih. Sejatinya ia hidup di alam bebas. Namun karena spesiesnya yang semakin langka, ia kemudian diletakkan disangkar. Ini tak lebih karena menghindari agar burung tersebut tidak terbang bebas dan hilang. Selain itu, ukurannya yang tak begitu besar akan memungkinkan untuk kesulitan mencari jika ia dilepas di alam bebas.

Menurut sejarahnya, beo nias termasuk salah satu satwa endemik Sumatera Utara. Karenanya, beo nias ini hanya terdapat dan berasal dari Nias, salah satu nama kabupaten di Sumatera Utara dan merupakan nama sebuah kepulauan. Beo nias bahkan menjadi salah satu satwa identitas Provinsi Sumatera Utara. Burung yang memiliki nama latin Gracula religiosa robusta ini, tergolong karnivora, yakni pemakan buah-buahan, biji-bijian, dan serangga-serangga kecil.

Beo nias memiliki warna bulu hitam pekat mengkilat pada kujur tubuhnya. Pada bagian tengkuk atau belakang lehernya, terdapat garis kuning yang melingkar. Garis dengan warna kuning melingkar inilah yang membedakannya dengan burung beo lainnya. Pada paruh beo nias, memiliki perpaduan warna antara kuning dan orange. Jari-jari kakinyapun juga memiliki warna kuning. Beo nias merupakan beo yang memiliki ukuran lebih besar dibanding dengan beo-beo lainnya. Yakni hingga mencapai 40cm.

Beo nias merupakan salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia. Meskipun tak dapat disangkal, beberapa orang penggila burung memiliki secara pribadi burung jenis ini. Namun, alangkah bijaknya jika kita tak melakukan perburuan terhadap satwa-satwa endemik yang dilindungi di Indonesia ini. Bahkan akan lebih bijak, jika kita atau sebagian orang yang memang memiliki satwa langka tersebut mengembalikan sebagaimana semestinya burung tersebut berada. Salah satunya yaitu di tempat penangkaran resmi, yakni di taman safari. Karenanya dengan begitu kita turut serta dalam menjaga kelestarian satwa-satwa di Indonesia. Dengan tempat penangkaran resmi itulah, burung-burung yang cantik ini akan lebih mendapatkan perhatian sekaligus perawatan yang semestinya.

Penulis

Binti Quryatul Masruroh