Menambah Satwa dan Membenahinya

0
2294

Oleh: JUNAIDI KHAB*

 

Taman Safari Indonesia II (TSI II) yang terletak di Prigen-Pasuruan Jawa Timur cukup memberikan sumbangsih pelestarian satwa asli Indonesia. TSI II memiliki beberapa macam dan aneka hewan yang tergolong langka. Kelangkaan inilah yang memikat para pengunjung untuk melihat hewan-hewan tersebut. Namun, meskipun TSI II memiliki koleksi beberapa hewan langka dan unik tidak sepenuhnya satwa langka berhasil dihimpun di dalamnya.

 

Berdasarkan kunjungan yang pernah saya lakukan pada Selasa, 9 Desember 2014, usai acara ‘Workshop Fotografi dan Kepenulisan’ yang digelar oleh KOMPAS bekerjasama dengan Taman Safari Indonesia II Prigen-Pasuran, memang banyak binatang langka dan unik di TSI II ini. Kita sedikit bisa memerinci di antaranya; mulai dari hewan bangsa burung, buaya, komodo, singa, harimau, macan tutul, unta, beruang, beruang madu, tapir, siamang, landak, banteng, gajah, zebra, rusa, dan ular serta lainnya. Hewan-hewan ini menjadi hiasan safari bagi para pengunjung.

 

Secara umum, TSI II ini memang terkategori lengkap, karena berbagai satwa dari beberapa daerah didatangkan. Namun secara khusus masih tidak kurang memadai, karena beberapa spesis hewan tidak ditemui di TSI II ini. Sejak kunjungan ke sana, hewan reptil hanya didominasi oleh ular jenis piton. Beberapa ular dikurung dalam kaca dan sebagian dilepas di alam bebas (ini hanya khusus ular piton).

 

Jika memang mau mengakui, ada beberapa spesis ular dalam negeri yang masih harus menjadi koleksi dan peliharaan TSI II di Pasuruan ini. Misalkan jenis ular merah. Ular ini pernah saya temui di Sumenep Madura di daerah pelosok. Ular merah tersebut disebut ‘ular bara’, karena warna merah seperti bara dan jika menggigit sangat sulit penawarnya. Ciri ularnya kecil, sebesar bolpen, tidak lebih besar dari spidol papan tulis warna putih. Spesis ini mungkin kiranya harus menjadi koleksi utama untuk dilestarikan di TSI II Prigen-Pasuruan Jawa Timur.

 

Selain itu, agar ular piton tidak menjadi ikon utama di TSI II, padahal ular-ular tersebut masih mudah ditemui di berbagai tempat meski dikukuhkan sebagai satwa langka yang dilindungi. Sangat disayangkan jika koleksi ular piton yang mendominasi, sementara spesis ular yang lain tidak memiliki tempat di TSI II Pasuruan Jawa Timur.

 

Dari jenis burung juga masih tergolong minim koleksi. Burung-burung tersebut sudah banyak dikenal oleh masyarakat, baik melalui koran dan buku-buku pelajaran seperti biologi. Sebenarnya masih banyak burung yang harus menjadi koleksi TSI II, dan burung-burung itu tentunya masih belum dikenal oleh masyarakat umum. Sehingga, selain menambah koleksi spesis hewan, daya tarik TSI II ini akan terus mengalir dan mengundang pengunjung lebih banyak lagi untuk menambah aset. Selain itu, hewan langka tersebut bisa telindungi dari pemburu hewan secara liar.

 

Sebenarnya masih ada banyak spesis hewan yang semestinya menjadi koleksi TSI II Prigen-Pasuruan Jawa Timur ini. Di antaranya; garangan (rubah) pemangsa ayam di siang hari, tenggiling (hewan yang paling dilindungi), sejenis burung walet hitam dengan ekor bercabang, burung hud-hud, dan burung air serta lainnya. Hewan-hewan ini banyak ditemui di kawasan Madura bagian timur. Maka dari itu, untuk memikat daya tarik pengunjung, dibutuhkan penambahan satwa lain dari berbagai daerah dan pembenahan TSI II sebagai pusat perlindungan hewan langka.

 

* Bermukim di Surabaya.

Penulis

JUNAIDI KHAB