Memperbanyak Taman Safari

1
722

Memperbanyak Taman Safari

            Pemanasan global atau global warming menjadi isu yang sedang ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan. Dampak dari pemanasan global menjadikan lingkungan tidak nyaman lagi untuk dijadikan tempat tinggal makhluk hidup. Udara panas dan cuaca tidak menentu merupakan dampak pemanasan global. Sebagai fakta akibat perubahan iklim yakni keberadaan penguin menurun 60% dibandingkan tahun 1960 (Intisari Edisi Mei 2014 Hal 32). Jika kita mau mencari penyebabnya maka akan mengerucut pada jawaban yakni penurunan kualitas lingkungan karena kerusakan. Kerusakan lingungan inilah yang seharusnya kita jaga sedini mungkin. Salah satu pencegah kerusakan lingkungan yakni dengan adanya taman safari dengan lingungan yang memiliki ribuan pohon beserta satwa-satwa langka di dalamnya.

Taman safari dengan ribuan pohon dan berbagai satwa yang menghuni dapat menjadi salah satu cara untuk melestarikan lingkungan demi mencegah pemanasan global. Tetapi sayang keberadaan taman safari sangat terbatas, yakni hanya ada dua di Indonesia yakni di Bogor, Jawa Barat dan Pasuruan, Jawa Timur. Melihat keberadaan taman safari seolah melihat contoh lingkungan yang sehat dan terjaga. Banyak Satwa asli Indonesia bebas berkeliaran tanpa takut terusik oleh manusia. Keberadaannya seolah menyatu dengan lingkungan. Selain itu, keamanan satwa juga sangat terjamin karena taman safari dikelola untuk wisata edukatif yang berwawasan lingkungan. Jika dibandingkan dengan di alam liar yang tidak terjaga keberadaan satwa-satwa yang dilindungi di Indonesia menjadi terancam kehidupanya. Seperti fakta berikut ini, keberadaan harimau yang jumlahnya hanya tinggal 3.200 di dunia, orangutan menghilang 80% selama 100 tahun terakhir, dari tahun 1981 sampai 1989 populasi gajah di dunia berkurang setengahnya (Intisari,edisi Mei 2014). Jika fakta ini dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan penyelamatan secara nyata maka bukan tidak mungkin anak cucu kita nanti tidak akan bisa lagi melihat satwa seperti harimau, orangutan, dan gajah.

Berkaitana dengan fakta di atas memperbanyak taman safari di Indonesia merupakan langkah nyata dalam menjaga kerusakan lingkungan. Tentu ini bukan satu-satunya cara melestarikan lingkungan dan satwa-satwa langka, tetapi paling tidak dengan melihat kondisi lingkungan sekarang masih sangat mungkin dilakukan guna menjaga lingkungan dan menjaga satwa-satwa asli Indonesia dari kepunahan. Sebagai gambaran misalnya, jika setiap kabupaten/kota memiliki taman safari maka misi untuk melestarikan lingkungan semakin nyata. Selain itu, keberadaan taman safari yang lebih banyak dapat digunakan sebagai alat untuk edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda dalam mencintai dan menjaga lingkungan.

Masih banyak cara lain

Selain membuat taman safari lebih banyak lagi di Indonesia penanaman pohon secara massal juga dapat dijadikan alternatif lain dalam menjaga lingkungan. Seperti halnya menanan pohon di sepanjang jalan raya yang merupakan sumber pencemaran oleh kendaraan bermotor. Dengan adanya pohon yang rindang di sepanjang jalan raya akan membuat hawa sejuk selama berkendara. Hal semacam ini sebenarnya sudah dilakukan oleh salah satu produsen rokok di Indonesia yang menanam pohon trembesi di jalur Pantura (Banten – Banyuwangi) lebih dari 1000 km, namun ini saja tidak cukup. Penanaman pohon harus dilakukan di sepanjang jalan di Indonesia terutama di jalan-jalan propinsi yang banyak dilaui kendaraan.

Pendidikan tentang lingkungan juga harus ditingkatkan di sekolah. Materi mengenai lingkungan harus dijadikan salah satu pelajaran inti dalam pelajaran. Pelaksanaanya pun diharapkan bukan hanya sekadar mengerti dan memahami tentang lingkungan, tetapi ditekankan pada tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Seperti menanam pohon, membersihkan pantai atau sungai,

 

 

Penulis

Ujang Sarwono

1 COMMENT