Kucing Besar Asli Indonesia

0
738

Kucing, bagi sebagian besar orang adalah makhluk peliharaan yang lucu dan menggemaskan, yang bisa diajak bermain dan dibelai bulu lembutnya. Kucing, dibenak manusia pastilah tidak lebih tinggi dari lutut. Namun bagaimana jadinya kalau dikatakan Kucing Besar? Bukan, dia bukanlah kucing domestik yang banyak makan lantas menjadi gemuk seperti tokoh animasi Garfield.

Yang disebut Kucing Besar yakni apalagi kalau bukan Harimau. Harimau adalah spesies yang masih menjalin hubungan baik dengan kucing yang kita pelihara di rumah. Mereka berada dalam keluarga besar Felidae atau Kucing-Kucingan. Meskipun di Indonesia kucing banyak sekali berkeliaran, lain halnya dengan nasib kucing besar yang satu ini. Pemilik nama spesie Panthera tigris ini tersebar di Sumatra, Jawa, dan Bali. Dengan kesamaan fisik luar dan nama spesies, mereka juga memiliki kesamaan jalan hidup, yakni terancam punah. Bahkan PBB pun ikut menegaskan bahwa keberadaan mereka benar-benar akan menjadi tidak ada dalam waktu dekat.

Ketiga kucing besar asli Indonesia padahal dulunya adalah hewan yang ditakuti manusia. Apalagi ketika zaman Indonesia masih berupa kerajaan-kerajaan, Harimau seringkali dijadikan tameng utama untuk menakut-nakuti musuh. Tidak jarang ada yang menghormati Harimau. Tetapi apa daya. Zaman sudah berubah, manusia semakin pandai namun tidak diimbangi dengan moralitas yang budiman malah menjadikan Harimau sebagai bahan buruan atas nama kepuasaan dan arogansi semata. Populasi Harmau menjadi menurun drastis. Bagian-bagian tubuhnya diburu untuk dijual di pasar gelap sedangkan habitatnya makin habis akibat pembukaan lahan hutan untuk tambang minyak. Kalau hal ini terus berlanjut, bisa-bisa Indonesia sudah tidak punya spesies Kucing Besar yang mengagumkan lagi.

Padahal Harimau Indonesia memiliki keunikan seperti bentuk telapak kaki yang membuat dirinya bisa berenang untuk mencari makan di perairan. Indra penglihatan dan pendengarannya pun tidak diragukan lagi ketajamannya. Dalam sekali makan, Harimau-harimau tersebut bisa langsung menghabiskan 80 kg hingga 100 kg daging. Memang, semua bagian tubuhnya sudah dirancang untuk memudahkan perburuan. Berbagai kampanye sudah sering disuarakan oleh berbagai pihak. Baik itu dari pemerintah hingga non-government organization seperti WWF. Populasinya yang terus menyusut tentu akan membuat keseimbangan ekosistem terganggu. Efek akhirnya, tanah Indonesia jadi tidak bisa dihuni lagi akibat kerusakan yang ada dimana-mana.

Jangan sampai, makhluk setampan Richard Parker di film Life of Pi ternyata hanya rekayasa komputer, bukan yang aslinya. Kita tidak mau sampai hal tersebut terjadi dengan para Kucing Besar Indonesia, kan?

Penulis

Salahuddin Muhammad Iqbal