PEDESTRIAN, CERMINAN GAYA HIDUP BARU

0
545

Paris of Java,Traveling City, Rest and Relax City, of Education, Military City, Historical City, Flower City adalalah rangkaian images dari kota Malang, Pronpinsi Jawaa Timur. Ditemani sejuknya udara di bawah kaki Gunung Panderman, wilayah ini menjadi daya tarik bagi para wisata lokal dan mancanegara. Tidak terlepas dari sejarah perkotaan, wilayah Malang merupakan hasil design dari Thomas Karsten, seorang arsitektur Kota Hindia Belanda.

Arek(anak) Malang tentu sangat bangga dengan salah satu penggalan jalan yang melegenda yaitu Jalan Ijen. Dihiasai bunga-bunga yang indah, dengan ruang permukaan jalan ± 10-20 m untuk setiap jalur, serta balutan pohon-pohon palem disisi jalan, makin mempercanti Kota sjuta Bunga ini. Pohon-pohon palem disisi timur dan barat jalan, memiliki makna kemegahan kota, sedangkan boulevard(taman di tengah jalan), sebagai salah satu elemen dalam perancangan jalan. Ruang khusus pejalan kali sudah didesain dengan bagus, sehingga memberi kenyamanan khusus bagi pejalan kaki.

Melangkahkan kaki menelusuri Yogyakarta, tidak terlepas dari Maliboro, kawasan yang fenomenal di Kota pelajar. Belum lengkap rasanya kalau ke Yogya kalau belum mengunjugi Malioboro, tidak kalah melegenda dengan Jalan Ijen di Malang. Kawasan ini terkenal dengan ruang publik padat aktivitas perdagangan dan jasa. Rangkaian pedagang asongan hingga toko-toko besar secara acak berdampingan, sehingga menarik masyarakat untuk berkunjung ke wilayah ini.

Kepadatan aktivitas dan kurangnya ruang publik, belum mengakomodir para pedagang, sehingga terjadi privatisasi ruang publik. Ruang pejalan kaki, sudah digunakan sebagai warung, parkir, area pertunjukan seni, dan ruang transaksi lain. Sudah saatnya wilayah ini dikonservasi menjadi area tanpa kendaraan bermotor. Mengutamakan pejalan kaki pada kawasan malioboro, adalah salah satu bentuk kepedulian akan kawasan konservasi. Banyak wisatawan asing melintas di wilayah Malioboro dengan berjalan kaki, tak sedikit pula masyarakat Yogya masih menggunakan kendaraan bermotor di wilayah ini.

Berjalan kaki merupakan salah satu aktivitas pergerakan tanpa mesin dari satu titik keberangkatan hingga titik tujuan, dengan waktu tempuh tertentu. Jika dihitung, dalam 10 menit, seorang yang berjalan kali, dapat menempuh ± 1 km. Jalur untuk pejalan kaki(sering dikenal trotoar), sudah tersedia disepanjang kawasan pusat kota, bahkan jalur khusus bagai kaum difabel tersedia dengan baik pada pedestrian ways. Banyak manfaat bisa kita peroleh dari berjalan kaki, salah satunya adalah tubuh yang sehat, karena ketika berjalan, semua anggota badan ikut bergerak, sehingga akan memperlancar sirkulasi aliran darah.

Manfaat lain dari berjalan kaki adalah sebagai ruang pertemuan sosial, dimana kita dapat melihat secara jelas sesama pejalan kaki, dan saling menegur mempererat semangat persaudaraan. Suguhan visual dari fasad-fasad bangunan menyejukan mata bagi mereka yang haus akan keindahan kota. Mengelilingi pusat kota dengan berjalan kaki juga menghemat biaya parkir, dan yang terutama adalah sebagai upaya pengurangan emisi CO2.

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang sulit dikenalikan, harus didukung oleh kebiasaan berjalan kaki. Membiasakan diri berjalan kaki, bukan hanya pada car free day, namun dapat dilakukan ketika hendak ke warung/toko untuk membeli sesuatu yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Pergerakan dengan jarak pendek, diusahakan ditempuh melalui jalan kaki, jika kebiasan ini terus dilakukan, maka akan timbul suatu gaya hidup berjalan kaki, hari demi hari akan rinduuntuk berjalan kaki. Penghormatan kepada pejalan kaki, adalah suatu budaya baik, karena pejalan kaki ialah agen-agen yang memiliki hati untuk bumi ini.

Bercermin pada wisatawan-wisatawan yang berjalan kaki, bersepeda di wiyah Yogya, sudahkah kita memiliki hati untuk bumi ? Wisatawan tersebut bukan tidak memiliki biaya transport, tetapi mereka peduli akan lingkungan, dan berjalan kaki adalah bagian dalam hidup mereka. Miliki tubuh yang sehat, ciptakan lingkungan yang asri, Hidup hemat dengan berjalan kaki.

“There is no logic that can be superimposed on the city; people make it, and it is to them, not buildings, that we must fit our plans.”
Jane Jacobs