MAHASISWA ISTIMEWA

0
462

Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki penduduk dalam jumlah yang memadai dan berkemampuan, kekayaan sumber daya alam dan transportasi yang lancar (L.A. Schumer,1968).

Yogyakarta, dikenal sebagai daerah istimewa dengan akar budaya masyarakat yang tinggi, pendidikaan, sehingga menjadikan wilayah ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Siapa yang tidak mengenal kawasan jalan Malioboro, Keraton Yogyakarta, Taman Asari, dan masih banyak lagi wilayah lain, citra kota Istimewa ini. Perkembangan spasial Yogyakarta, tidak terlepas dari aktor perkotaan Kota gudeg ini, yaitu mahasiswa. Fakta membuktikan lebih dari 3000 lembaga pendidikan tinggi di Yogyakarta(BPS DIY, 2014), menyebar diseluruh wilayah pusat dan pinggiran kota.

Pendidikan menjadi salah satu magnet perkembangan spasial. Dimana ada kampus, dipastikan wilayah tersebut berkembang. Loundry, warung makan, tempat foto copy, mini market, kos-kosan, merupakan faktor turunan dari berdinya kampus. Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat indonesia, jika bisa mengais sepotong ilmu di Yogya. Hingga tahun 2010, jumlah mahasiwa yogyakarta sudah mencapai angka 2,5juta (BP DIY, 2014), membuktikan bahwa mahasiwa merupakan salah satu penggerak image of city. Yogya adalah tempat berkumpul seluruh mahasiswa dari seantero wilayah nusantara, untuk saling bertukar ide guna perbaikan masa depan yang lebih cerah. Wajah Indonesia sangat nampak lewat mahasiswa Yogya, bahkan ada juga mahasiswa asing dalam terintegrasi dalam satu ruang kota.

Perkembangan penduduk Yogya, turut mempengaruhi akses transportasi lokal, guna menghubungkan setiap pusat-pusat kegiatan. Mahasiwa juga hadir bersama kendaraan pribadi, demi memudahkan setiap pergerakan. Sangat kita rasakan, ketika pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, dan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Kemacetan salah satu keluahan rutin setiap pengendara baik umum maupun pribadi. Kapasitas jalan sudah tidak dapat menampung jumlah kendaraan, karena perkembangan ruang yang semakin mengkota.

Problematika transportasi kota sudah diminimalirsir dengan pengadaan transportasi publik seperti transjogja, bis kota, angkutan umum lainya dengan harga cukup terjangkau. Salah satu contoh, Trans Jogja salah satu angkutan umum, dengan biaya Rp 3000,- untuk setiap perjalanan sudah cukup mengjangkau setiap pusat-pusat pelayanan kota Yogya,sangat disayangkan masih banyak mahasiswa belum mengoptimalkan layanan tersebut. Andai saja tiap mahasiwa menggunakan transportasi publik, istilah macet sudah sedikit teratasi, disamping itu dapat mengurangi emisi CO 2.

Sudahkah sahabat peduli pada transportasi publik kita, ataukah hanya sebatas landmark berjalan? Berapa kali dalam seminggu kita menggunakan transportasi punlikl ? tentu pertanyaan-pertanyaan ini adalah refleksi pemuda yang harus dilaksanakan guna melestarikan lingkungan kita. Tentu sahabat bertany,a mengapa harus menggunakan angkutan umum? Ada beberapa alasan diantaranya transportasi publik adalah transportasi untuk semua, dengan memanfaatkan layanan tersebut terdapat jaminan kepastian setiap warga untuk sampai pada tujuan pergerakan, hal yang terpenting adalah merupakan salah satu upaya alam melestarikan lingkungan

Upaya lain dalam menciptakan harmoniasasi lingkungan adalah bersepeda. Kegiatan mendayung menelususri jalan-jalan, tidak sebatas berolahraga namun sahabat, merupakan gaya hidup mahasiswa yang istimewa. Pemerintah Kota Yogya sudah menjalankan program Sego Segawe(Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe= menggunakan sepeda untuk bersekolah dan bekerja), sudahkan dilakukan ? Beberapa kampus sudah menyediakan layanan sepeda kampus, untuk digunakan diarea kampus, sayang belum dioptimalkan.

Ayo sahabat muda, mulailah dengan hal kecil, berjalan kaki jika jarak pergerakan kita relatif pendek, lakukanlah niat baik tersebut sesuai dengan kemampuanmu. Gunakanlah sepeda sebagai jiwa dalam setiap pergerakan, jika teman tidak memiliki, pakailah sepeda umum yang disediakan. Jangn lupa, Transportasi lokal yang mudah dan murah menantimu disetiap titik-titik pemberhentian. Tindakan kecil namun memiliki dampak besar, jika dilakukan oleh setiap mahasiswa, tentu makin istimewa Ngayogyakarto Hadiningrat ini. Keyakinan dan harapan tersendiri pasti datang rekan-rekan muda Yogyakarta, semakin istimewa dengan hati yang peduli akan lingkungan kita

“ Pilihan terhadap Opsi Sebuah Angkutan merupakan Pilihan terhadap Masa Depan suatu Kota, sudah Pedulikah masa depan Kita?????”