Menghemat Air Bersih (?)

0
1403

Menghemat Air Bersih (?)

                “Manusia butuh air bersih untuk hidup”, kata-kata yang sering kita dengar ketika ada seseorang mengalami kekurangan air bersih. Kita semua sadar dan tentu tau bahwa air bersih merupakan sumber kehidupan manusia. Namun apakah air bersih merupakan sumber kehidupan utama dan pertama atau justru kedua ? Bagi saya air bersih adalah sumber kehidupan yang utama dan pertama bagi manusia dalam menjalani hidup. Air bersih menjadi rantai bagi siklus kehidupan setiap mahluk hidup dalam sebuah lingkaran. Rantai air bersih ini lebih utama dari rantai makanan. Bagi saya untuk menghasilakan makanan tersebut air merupakan sumber utamanya. Sebagai contoh : ketika kita ingin makan nasi dan daging, tentunya kita memerlukan beras dan hewan. Makanan tersebut diperoleh dari tanaman padi yang selanjutnya menghasilkan beras dan hewan yang menjadi sumber daging. Namun proses tersebut membutuhkan air bersih agar tanaman dan hewan tersebut teap hidup dan dapat memproses apa yang akan mereka hasilkan. Tetapi antara konsumser air bersih dan penyedia air bersih tidak berbanding lurus. Apakah hal ini adalah bom waktu bagi kehidupan manusia ?

Ketika saya berada tinggal di pulau Kalimantan yang tepatnya berada di Kalimantan Timur 13 tahun lalu, kondisi air bersih yang dianggap layak bagi konsumsi manusia tidak sebaik di pulau Jawa. Hal ini baru saya rasakan perbedaannya setelah saya berada di pulau jawa selama kurang lebih 4 tahun hingga saat ini. Menapa demikian ? Ketika berada di Kalimantan proses penjernihan air di pulau tersebut sangat di pengaruhi oleh banyak faktor yang menghambat waktu penjernihan dan kualitas air setelah dijernihkan. Faktor-faktor tersebut meliputi penyediaan peralatan, sebagai contoh : penyediaan alat penjernih air sulit diperoleh karena distribusinya memerlukan jarak dan waktu dari pusat sehingga daya jual air bersih hasil penjernihan lebih mahal. Selain itu faktor geografis juga mepengaruhi, sebagai contoh : sumber air bersih, kondisi tanah di pulau Kalimantan, dan iklimnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan air bersih dari tanah di Kalimantan hampir tidak mungkin. Sedangkan di pulau Jawa, fasilitas penyediaan alat penjernih air lebih mudah diperoleh karena distribusi dari pusat lebih dekat dan kondisi geografis lebih menunjang untuk memperoleh kondisi air yang lebih baik. Terutama air tanah.

Pengalaman ini memang sangat sederhana, tetapi hal ini sangat berharga bagi saya ketika saya mendapat pengetahuan dari workshop Kompas mengenai “Air Bersih”. “Kita perlu menghemat air bersih !”, Pernyataan ini benar adanya dan sebaiknya kita lakukan. Air sangatlah banyak di bumi ini tetapi banyak jenis kondisinya. Namun hanya air yang sering kita sebut air bersihlah yang pantas manusia konsumsi untuk bertahan hidup. Dari pengalaman saya tersebut, menggambarkan betapa proses penyediaan air bersih sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang diantaranya, biaya, waktu dan geografis. Jika prilaku kita dalam penggunaan air tidak efektif dan mengakibatkan ketersediaan air bersih semakin tidak berbanding lurus dengan penyedia air bersih, maka kehidupan manusia akan terancam !