Save Water Save Us and Save Our Word

0
1168

Manusia adalah makhluk yang paling banyak membutuhkan air, selain air itu ia butuhkan untuk tubuhkan manusia juga membutuhkan air untuk kepentingan lainya seperti mandi, memasak, mencuci pakaian, mencuci kendaraan, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan hewan kebutuhan manusia terhadap air ini ibarat langit dan sumur, sumurnya sumur bor lagi (dalem bingitz). Mari kita ambil contoh kambing misalnya, ketika kambing kurang minum apakah konsentrasinya terganggu dan itu merugiakanya? atau dia terancam penyakit ginjal?, berapa liter air yang kambing butuhkan untuk mencuci pakaianya?, dan berapa banyak kambing menghabiskan air untuk mandi setiap harinya?, itu baru dari tiga aspek kebutuhan saja belum dengan yang lainya, dan yang dijadikan perbandingan itu baru kambing yang kadang suka mandi (eh.. dimandikan deng.. itu juga dipaksa he..he..) dan juga butuh minum, gimana kalau dibandingkannya sama ayam, jika dibandingkan dengan kambing aja udah ibarat langit dan sumur, maka kebutuhan air antara manusia dan ayam presentasenya ibarat langit sama sumurnya sumur bor (sambil kerutkan dahi…bingung).

Tapi kenyataan yang terjadi lebih banyak siapa yang merusak keberadaan air. Lebih banyak sampah siapa yang terapung disungai-sungai sehingga mengganggu aliranya dan mengotori kebersihanya sampah manusia kah? atau sampah hewan? dan kalaupun ada sampah hewan sudah pasti itu ulah manusia juga, siapa yang paling banyak menebang pohon yang padahal itu adalah penyimpan cadangan air sehingga ketika hujan datang kemana air itu pergi?, yang ada ia hanya lewat saja dan terkadang justru menjadi musibah yang tidak hanya berdampak pada manusia, banyak yang kehilangan tempat tinggal dikarenakan volume air terlalu tinggi dan tidak ada yang dapat menampungnya, dan sekali lagi dampak itu tidak hanya dirasakan oleh manusia saja yang padahal manusialah yang banyak ikut andil dari musibah akibat kerusakan itu. Saat kemarau panjang terjadi bersediakah manusia minum dari air yang menggenang di tempat yang semestinya ia dapat mengalir namun terhambat oleh banyaknya sampah yang itu akibat ulah manusia sendiri sehingga air kehilangan kandungan oksigen (o2)nya, bersediakah kita mandi, masak, mencuci dan menggantungkan semua kebutuhan kita terhadap air dengan air itu? (jadi kepengen sedih).

Tapi tenang jangan gantung diri dulu, masih ada harapan kok untuk memperbaiki kondisi itu. Mulailah dari diri sendiri untuk menanamkan tekad #savewater save us save our word. Bisa kita mulai dengan membersihkan tapi tempat-tempat air mengalir seperti sungai, kali, dan tempat-tempat air bersih lainnya. Bijak dalam mengelola sampah dengan cara memisahkan antara sampai yang bisa diurai oleh bakteri (organik) dengan sampai yang tidak dapat diurai oleh bakteri yang mana untuk jenis sampah yang ini kita sendiri yang harus memusnahkanya, bisa dengan cara dibakar atau yang lainya yang pasti bekas sampah-sampah itu tidak ada wujudnya, dan ingat selalu #don’t (just) recycle, think first jika memang ingin mengolah sendiri sampah itu. Bentuk pribadi yang gemar menanam pohon yang dapat menyimpan cadangan air, karena selain itu dengan menanam pohon lingkungan akan menjadi #hijau dan ini salah satu cara #konsumsihijau. Bijak pula dalam menggunakan air bekas sehingga air-air bekas dipakai masih bisa digunaka untuk keperluan lain, seperti ini nih… 🙂

16785_285637938292936_4012079448505906791_n

doc. pribadi, menampung sisa bekas air wudlu untuk dimanfaatkan kembali

Itulah beberapa langkah yang dapat dijalani untuk menyelamatkan lingkungan yang diawali dengan peduli terhadap keberadaan air dan menunjangnya dengan aksi-aksi untuk menyelamatkan keberadaan air itu. Langkah yang sederhana namun memberikan dampak yang besar untuk bumi kita agar kita tetap dapat menikamati apa yang ada di bumi dan sebagai bentuk syukur atas apa yang bisa kita nikmati dari bumi ini. Bisa kita mulai dari sekarang dan dari diri sendiri yang selanjutnya mulai mengajak orang terdekat untuk melakukan hal sama, dengan begitu kita bisa menjalani #konsumsihijau untuk #jogjahijau ditambah dengan #don’t(just)recycle,thinkfirst.

#Don’t(just)recycle,thinkfirst #Jogjahijau #KonsumsiHijau