Save to Save Water ala Kita? Pasti Bisa!

4
1831

Sampai hari ini saya termasuk sebagian orang yang percaya bahwa cadangan air bersih di bumi masih bisa diselamatkan. Hanya saja, ada syarat dan ketentuan berlaku yang mesti ditaati. Harapan ini bisa jadi tidak jauh dari apa yang selama ini dipopulerkan oleh salah satu tokoh komik asli Indonesia: si Juki.

Semboyan macam apa, sih, yang diusung oleh karakter yang terkenal karena banyolannya yang khas dan antimainstream ini?

Pernah dengar, β€œSave water no shower”? Asli, pertama kali saya membaca slogan itu di salah satu postingan blog-nya, saya langsung terbahak-bahak. Ya, karena beberapa kali slogan itu juga saya jadikan inspirasi di dunia nyata, terutama jika sedang libur. *oops! πŸ˜›

Saya pikir, semboyan sederhana si Juki bukan saja untuk banyolan semata. Save water no shower adalah sebuah pemikiran lewat banyolan yang (semestinya) menggelitik kita untuk melakukan gerakan save (=menghemat) to save (=melindungi) water. Tidak perlu bertanya kapan, atau meragukan diri sendiri, β€œApa bisa?”. Jawabannya selalu YA untuk hal-hal positif. Ya, kita bisa berhemat air bersih sejak saat ini dengan cara sederhana ala kita! πŸ˜‰

Don’t (just) save water, think first!

  1. Mandi

Aktivitas sehari-hari ini sering menjadi bagian paling boros air, lho. Coba ingat baik-baik, berapa lama biasanya kita berada di kamar mandi? Ada baiknya jika kita mulai mencermati hal-hal kecil soal mandi:

  • Jika yang dimiliki di rumah adalah bak mandi. Mandilah dengan air secukupnya. Ukur kebutuhan diri. Tidak perlu mengisi bak sampai penuh, apalagi sampai luber airnya ke mana-mana. Isi bak secukupnya dan ingat untuk menutup keran air saat mandi.
  • Kita juga bisa mengganti wadah air mandi dengan ember. Dari segi ukuran, ember tentu lebih kecil dan hemat ketimbang bak. Sisa air mandi juga takkan banyak.
  • Bersyukurlah jika di rumah kita sudah ada pancuran/shower, apalagi shower tipe rain shower. Daripada cebar-cebur mengayunkan gayung, mandi akan lebih hemat menggunakan air pancuran.

 

  1. Cuci piring dan pakaian; cuci buah dan sayuran

Aktivitas yang satu ini juga tentunya bukan hal baru lagi bagi kaum ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak. Mulai sekarang mari membiasakan diri untuk:

  • Mencuci dengan air secukupnya dan tampung sisa air cucian buah, sayur, piring dan pakaian ke dalam bak tertentu.
  • Memisahkan air sabun dengan air bilasan terakhir. Air sabun bisa digunakan untuk menyemprot tanaman yang terserang kutu; sementara air bilasan bisa disiramkan langsung ke tanaman-tanaman yang ada di halaman rumah.

 

air sisa cucian ditampung lalu digunakan untuk siram tanaman
air sisa cucian ditampung lalu digunakan untuk siram tanaman
  1. Berwudhu

Bagi umat Islam, berwudhu tentu sudah menjadi aktivitas sehari-hari. Lima kali dalam sehari setidaknya air tandon mengalir untuk berwudhu. Supaya tidak boros, pastikan berwudhu dengan aliran air yang lembut, secukupnya. Ingat juga untuk menyediakan ember/wadah tampungan air wudhu. Kita bisa menggunakan air tersebut untuk keperluan lain, misal mengepel, mencuci pakaian, atau menyiram tanaman.

 

  1. Lindungi dan lestarikan sumber air tanah

Melakukan penghematan semestinya diikuti dengan langkah perlindungan dan pelestarian sumber air. Kalau kita mati-matian menghemat air, tapi tidak menyediakan ruang terbuka untuk meresapnya air hujan, mana mungkin cadangan air bersih kita bisa cukup? Lalu, bagaimana caranya?

  • Sisihkan minimal 30% dari luas lahan pekarangan kita untuk ditanami pepohonan dan ruang terbuka/ruang tangkapan air hujan. Satu rumah minimal memiliki satu pohon. Jika terpaksa mengeraskan halaman, pilih paving block yang berongga dan dapat ditanami rumput. Hindari menutup halaman dengan lapisan semen/beton.
  • Sediakan sumur resapan untuk rumah kita. Sebisa mungkin minimalkan air hujan mengalir ke selokan.
  • Jika menggunakan sumber air bersih dari sumur, usahakan membangun septic tank dengan jarak minimal 10 m dari sumur.

 

Nah, save to save water bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana ala kita, bukan? Mulai saat ini, yuk kita berhemat dan menjaga air. Mengapa? Karena hemat air adalah bagian penting dari investasi kehidupan; karena menjaga air merupakan salah satu bentuk nyata #KonsumsiHijau. Dont (just) save water, think first! πŸ™‚

4 COMMENTS

    • Bisa, Mak, tapi pastikan sudah pilih deterjen yang ramah lingkungan, ya. Cek labelnya: bebas fosfat (fosfat bisa memicu blooming algae jika masuk ke perairan), biodegradable surfaktan.
      O ya, selain itu selama ini saya pilih pakai deterjen konsentrat ketimbang deterjen konvensional. Dengan pakai deterjen konsentrat air yg kita pakai tidak sebanyak kalau pakai yg konvensional. Semoga membantu πŸ™‚