Ngobrolin Air Sungai

0
2040
air sungai
foto: aquaculture-info.blogspot.com

Siang itu, saya kembali mengikuti workshop Kompas “Don’t (just) recycle, think firs!” putaran ke-2 dengan sub- tema “SAVE WATER” lokasi acara kali ini di Plataran Joko Pekik, tempat yang cukup menarik dan lumayan sejuk dibandingkan dengan udara jogja belakangan ini yang sangat terik.

Kalau digambarkan spot acara ada di bawah galery lukisan dan di kelilingi pohon bambu yang menari nari karena hembusan angin,serta berhadapan langsung dengan sungai mengalir tiada henti-hentinya… bisa dibayangkan kan sejuk tempatnya?? yak memang sejuk dan sangat asri… dan terkadang eyang Joko Pekik muncul untuk menyemprot tanaman kesayangannya..

Setelah registrasi dan sedikit games bagi para penggemar hadiah Pak Ed kembali hadir dan menjelaskan tentang Air melalui presentasinya, lalu dilajut sharing dengan mas Mahansa megenai copy writing. Nah di sesi ini lumayan menarik dengan tantangan menulis 10 menit dan dengan munculnya seorang bapak yang jongkok di pinggir sungai dan…*jangan dibayangkan* ntah kenapa bapak itu mengambil posisi disana dan tidak malu-malu.. mungkin dia pikir itu sudah posisi aman untuk buang hajat ya dan tidak menyadari berhadapan dengan spot workhop kami…*macak pohon bambu* ahahahahahaha….

Baiklah..mari kita sharing tentang air sungai..

Setuju nggak dengan sepenggal lirik lagu gereja “sungai mengalir tiada henti-hentinya membawa hidup di sekitarnya..” ? kalo meminjam kata-kata mas Anang “aku sih Yes”hehehe karena dimana ada air disitu ada kehidupan, apalagi kalau airnya bersih dan bebas pencemaran pasti membawa dampak yang positif juga bagi sekitarnya…

Ikan dan makhluk yang hidup di dalam air dapat menari bahagia pastinya karena oksigen tercukupi, sawah dan pepohonan di sekitarnya juga cerah menghijau karena dapat asupan kesegaran, anak-anak dan kita-kita yang ingin bermain air dan berenang-renang disungai pun pasti bahagia kalau bertemu sungai yang jernih dan arusnya tidak deras wahh pasti jadi tempat favorit untuk refreshing ya…

tapi bayangkan deh kalau sungai yang seharusnya bisa membawa hidup untuk sekitar tadi penuh limbah dan sampah, oksigen pasti akan berkurang dan mucul gas-gas lain yang menyebabkan bau dan sungai berubah warna… terus sungai tadi mengalir ke sawah mengairi padi yang kemudian berasnya kita konsumsi…

Ikan dan makhluk air yang lain pasti tersiksa dan kalau bisa pindah mereka ingin pindah kali ya..belum lagi kalau ikannya terkonsumsi oleh kita.. dan anak-anak juga kita-kita apakah masih ingin bermain air dan berenang di sungai??

Belum lagi kalau ada bencana banjir melanda… wuihhhhh kita berenang dengan sampah-sampah yang isinya bermacam-macam dan kalau tidak sengaja keminum airnya…. ihhhhhhh jangan sampai lah ya… di Jakarta dulu sering banjir kenapa? salah satunya karena tumpukan sampah dan limbah yang akhirya meyumbat dan meluapkan air sungai yang tidak bisa megalir ke jalan yang benar..

Sepertinya sungai itu sepele ya… tapi ternyata memberi dampak yang besar buat sekitarnya… seperti gerakan “Jangan buang sampah ke sungai” yang sepertinya juga sederhana..tapi kalau dilakukan dampaknya juga akan berpengaruh besar untuk sekitar…