Mari Hemat Penggunaan Air

0
1982
water is life

Air sebagai sumber kehidupan tidak dapat dipisahkan dengan mahluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Tidak hanya manusia semata, hewan, tanaman, Anda membangun baguanan rumah atau gedung sekalipun pasti tidak terlepas dari unsur Air.

Tapi sepertinyanya kesadaran warga terkait menghemat penggunaan air bersih masih amat kurang, hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan atau informasi bahwa krisis air bersih suatu saat dapat terjadi, atau malah sudah terjadi di beberapa bagian/belahan dunia ini. Di tempat lain terkadang sering kali yang ditemui banyak warga yang menggunakan air secara berlebihan. Dan parahnya lagi terkadang warga saat mengunakan air tap lupa untuk mematikannya.

water is life

Ajakan untuk berhemat air sepertinya nggak akan pernah berhenti. Apalagi mengingat, dunia berada di bawah ancaman krisis air bersih. Di Indonesia saja, sumber mata air semakin berkurang. Bahkan di Afrika, kaum perempuan harus berjalan sekitar 40 miliar jam setahun, untuk mendapatkan air bersih.

Jangan cuma takut dan kawatir melihat fakta-fakta itu. Yuk, ikut menghemat air biar kita tetap sehat. Dan saat tua nanti, kita masih bisa menikmati air bersih.

Mari Hemat Penggunaan Air, dengan cara:

  • Saat menyikat gigi, isi satu gelas penuh air untuk berkumur. Cara ini jauh lebih hemat dibandingkan dengan mengambil air keran, yang bisa menghabiskan sekitar 5 liter per menit.
  • Mandi dengan shower, daripada gayung dan bathtub. Mandi dengan gayung bisa menghabiskan seiktar 15 liter air sementara dengan bathtub, paling tidak 100-300 liter air habis. Dengan pori yang membuat sebaran air lebih luas, menurut Nasrullah Salim, pemerhati masalah energi dan lingkungan, shower bisa menghemat air lebih dari 60%.
  • Kurangi waktu penggunaan shower saat mandi. Dengan mengurangi 1 atau 2 menit saja, kita bisa menghemat air hingga 150 galon setiap bulannya.
  • Ketika sedang pada kondisi musim hujan, kita bisa memanfaatkan air hujan untuk berhemat. Tadahkan air hujan dalam ember dan manfaatkan untuk mencuci sepatu dan tas kita. Jangan lupa untuk segera menggunakan airnya, supaya nggak jadi tempat jentik nyamuk.
  • Matikan kran ketika mencuci tangan, gosok gigi, bahkan ber-wudhu. Batasi konsumsi air dengan gelas atau gayung. Menurut Metropolitan Water District of Southern California (MWDSC), AS, hal ini sanggup menghemat 11 liter air per hari. Tip dari Komunitas GreenLifestyle juga boleh ditiru. Sediakan gayung berdiameter 15 cm. Dengan solder kecil, lubangi dinding gayung bagian bawah. Penuhi gayung dan gunakan kucuran airnya.
  • Latih kepekaan kita terhadap pemborosan air. Misalnya, saat melihat keran air yang masih mengucur, kita tutup kerannya, dan masih banyak lagi.
  • Cuci peralatan makan dan pakaian dengan air tampungan. Untuk membilas alat makan, gunakan air mengalir agar kotoran terbuang. “Pakai shower untuk menghemat,” kata Nasrullah. Tiap mencuci, kumpulkan alat makan dan pakaian kotor, lantas cuci sekaligus. Penuhi kapasitas maksimal jika memakai mesin.
  • Tampung air bekas cucian tanpa deterjen untuk menyiram tanaman atau kloset. Menurut MWDSC, kegiatan ini bisa menghemat 750-1.150 liter air sebulannya. Kita bisa juga menampung air hujan untuk menyiram tanaman, bahkan untuk minum setelah diolah terlebih dahulu.
  • Tinggalkan gaya mandi berendam demi menghemat air. Bakal banyak sekali air yang terbuang saat kita melakukan ritual ini.
    Jangan membuang tissue dan bekas pembalut kita ke dalam toilet. Soalnya, dua benda ini sulit terurai dan bisa mencemari air.
  • Gunakan ulang alat makan dan pakaian jika belum terlalu kotor. Kalau kita sering berganti gelas, kita mengkonsumsi air lebih banyak untuk mencucinya. Itu juga berlaku untuk pakaian yang belum kotor karena keringat atau noda.
  •  Pakai sedikit deterjen untuk mencuci. “Membilas deterjen butuh lebih banyak air,” jelas staf divisi program AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan), Dyota Condrorini. Gunakan sabun bio-degradable dari bahan organik sehingga air bekasnya dapat dipakai ulang setelah disaring dengan sumur resapan.
  • Siram tanaman di pagi hari. Jika menyiram saat siang, matahari akan membuat air menguap sebelum diserap. Usahakan menanam di musim hujan saja karena pada awal perkembangannya, tumbuhan membutuhkan lebih banyak air.
  •  Kurangi frekuensi memotong rumput. Kita bisa menghemat 1.900-5.700 liter per bulan, menurut MWDSC. Rumput yang lebih pendek butuh lebih banyak air.

Sumber:

http://kiyisanbbl.wordpress.com/2012/03/23/10-tips-cara-menghemat-air-memperingati-hari-air-sedunia/

http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/ayo.hemat.air/001/006/72