Irrigasi Tetes (Drip Irrigation) Solusi Hemat Air untuk budidaya Tanaman

0
3033

Siapa yang tidak ingin makan sayuran yang hijau, segar Nampak sehat, buah seperti tomat, melon dan semangka serta buah semusim lain yang penampilannya mempesona? Tentu semua ingin . Tetapi tahukah, untuk menghasilkan sayuran dan buah-buahan yang prima selain pupuk/nutrisi tanaman yang cukup, juga perlu pemberian air yang kontinyu.

Produksi tanaman hortikultura (sayuran dan buah- buahan) sangat berpotensi untuk pemborosan air. Karakteristik utama tanaman hortikultura membutuhkan air yang cukup tetapi tidak berlebih mengharuskan petani memberikan air dengan frekwensi yang sering dan dalam jumlah yang seringkali melebihi kebutuhan tanaman. Sehingga tidak jarang kita melihat petani setiap hari pagi dan sore menyiram tanamannya, terutama disaat musim kemarau.

Kebutuhan air rata tanaman hortikultura berkisar antara 5- 10 mm/hari. Sehinggga kalaupun disiram secara berlebih seperti yang dilakukan kebanyakan orang , hanya sebagian kecil saja yang diserap tanaman, kelebihan air itu akan terdrainase, teruapkan atau berada diruang pori tanah yang kemudian justru menimbulkan masalah baru bertumbuhnya gulma disekitar tanaman.

Pemborosan air dalam budidaya tanaman hortikultura ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem irigasi/pemberian air yang tepat. Salah satu bentuk pemberian air yang sangat efisien dan dapat dimodifikasi dalam bentuk yang sederhana adalah pemberian air dengan sistem tetes/drip irrigation.

Prinsip utama yang dijalankan Dallam sistem pemberian air ini adalah memberikan air kepada tanaman langsung diarea sekitar perakaran tanaman, melalui tetesan air/rembesan air dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Jaringan pipa kecil dan emiter disekitar tanaman
Jaringan pipa kecil dan emiter disekitar tanaman

Sistem pemberian air ini memerlukan sebuah penampung air yang letaknya minimal 1 meter dari permukaan tanah, jaringan pipa untuk menyalurkan air dilahan dan unit-unit penetes (emitter). Air dari bak tampungan utama akan bergerak ke penetes disekitar tamanan hanya mengandalkan gaya gravitasi. Semakin tinggi posisi bak penampungan air akan semakin seragam jumlah air yang didistribusikan disekitar tanaman.

Keuntungan lain yang diperoleh dari penggunaan sistem irigasi tetes ini adalah dapat dipadukan dengan proses pemupukan. Air dalam bak tampungan dapat ditambah pupuk sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan otomatis ikut terdistribusi ke daerah perakaran tanaman sehingga tenaga pemupukan tidak lagi diperlukan.

Sistem irigasi tetes yang dipadukan dengan pemupukan menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan seragam
Sistem irigasi tetes yang dipadukan dengan pemupukan menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan seragam

Sistem ini mengairi tanaman langsung di daerah perakaran, sehingga hanya sekitar perakaran tanaman saja yang basah, space lain tetap kering. hal ini sangat menguntungkan juga kerena pada space antar tanaman yang tetap kering becil kemungkinan untuk ditumbuhi tanaman liar/gulma, sehingga penyiangan dapat diminimalisir.

Pengoperasian sistem pemberian air secara drip ini sangat mudah, cukup membuka kran dari penampungan air ke sstem dan membiarkan air mengalir dalam waktu tertentu, sehingga tidak memerlukan tenaga yang banyak dalam menjalankannya. Tetapi ada satu hal yang penting untuk diperhatikan yakni tingkat kebersihan air yang ada dipenampungan, jangan sampai ada lumut atau kotoran padat yang ikut masuk kerena dapat menyumbat selang-selang kecil dalam unit penetes/emitter. Akan lebih baik lagi jika dari penampungan, sebelum masuk ke sistem perpipaan ditambahkan penyaring/filter air.

Pemberian air yang seragam pada tanaman dengan jumlah yang sesuai dengan yang diperlukan tanaman sangat jelas memberikan solusi penghematan air untuk budidaya tanaman, hortikultura khususnya. Dampak lain yang pada akhirnya dapat dirasakan adalah keseragaman dan penampilan hasil panen yang memuaskan.

Meskipun jumlah pemberian air diminimalkan hanya sebatas kebutuhan tanaman, tetapi hasilnya memuaskan dengan ukuran buah yang hampir sama
Meskipun jumlah pemberian air diminimalkan hanya sebatas kebutuhan tanaman, tetapi hasilnya memuaskan dengan ukuran buah yang hampir sama

Pemberian air yang cukup jumlah dan waktu akan sangat berpengaruh pada keseragaman hasil panen baik dari segi ukuran dan maupun penampilan. Hal ini akan sangat mempengaruhi harga jualnya di pasaran, tidak ada hasil yang reject karena tidak memenuhi standar yang diinginkan pasar.

Jadi, mulai sekarang mari kita bangun kesadaran menggunakan air  sesuai kebutuhan saja meski itu untuk memproduksi makanan kita, tanamkan dalam pikirian kita bahwa memberi air terbatas sesuai kebutuhan tanaman tidak akan membuat tanaman itu mati, bahkan bisa lebih bagus hasilnya .

 

 

 

#Don’t(just)recycle,thinkfirst ,#Jogjahijau,#KonsumsiHijau