desaku da airnya

0
605

Musim kemarau yang panjang, membuat hampir semua sumur yang ada didesaku menjadi bau dan berwarna kuning. Masalah warna dapat kami atasi dengan menyaring air tersebut terlebih dahulu, tetapi untuk masalah bau, sepertinya itu terus menjadi PR bagi warga kami. Karena bau karat dari air sumur, sangat menempel dikulit. Ketika wudhu dan mandi terutama. Padahal desa kami dialiri sungai citarik, tapi kini sungai citarik sudah tidak bisa dipakai lagi. Ini semua karena limbah dari pabrik sebrang.
Teringat jaman SD dulu, jika musim kemarau panjang, justru kami anak-anak sangat riang. Karena orangtua mengijinkan mandi di sungai citarik ini. Airnya jernih, banyak batu cadas didalamnya. Terlebih musim kemarau, sungai citarik mengalir dengan arus yang kecil. Jadi biasanya sungai citarik menjadi tempat favorit untuk mandi bagi orang dewasa maupun anak-anak. Ada yang sambil mencuci baju, mencuci piring bahkan memandikan kerbau bajaknya. Karena airnya jernih dan mengalir, membuat kami tak segan-sega untuk menjadikan sungai citarik ini alternatif kamar mandi ketika musim kemarau. Kenapa hanya untuk musim kemarau? Ya karena jika musim hujan, kita harus waspada terhadap sungai citarik ini. Arusnya sangat deras dan sering membawa hanyut orang.
Kini sungai citarik tinggal jadi kenangan saja. Airnya sudah keruh dan berbau. Sudah tidak mungkin lagi untuk dipakai mencuci dan mandi, apalagi untuk dijadikan air minum. Terpaksa kami menyaring air sumur yang berbau dan kuning ketika musim kemarau. Bahkan dibeberapa sumur warga, jika musim kemarau panjang datang, air sumur sudah mencapai dasarnya. Sudah berlumpur dan tidak bisa disaring lagi. Sehingga mereka harus berjalan mengambil air ketetangga sebelah atau kesebrang.
Ini semua karena ulah manusia sendiri, membuang limbah kesungai, boros dalam pemakaian air, dan tidak memperhatikan serapan air hujan. Dengan dalih tak ingin becek, halaman rumah ditutup penuh dengan lantai tembok. Tidak rajin menanam tanaman, kalaupun ada hanya sekedar didalam pot untuk memperindah halaman. 15 tahun yang lalu aku masih bisa mandi disungai citarik yang mengalir jernih,sepanjang apapun musim kemaraunya, tak ada cerita sumur sampai tak berair karena serapan air hujan masih sangat luas. Tapi sekarang sungai sudah berlimbah, sumur mengalami kekeringan. Entah bagaimana 15 tahun yang akan datang jika manusia tetap tidak sadar dengan krisis air bersih seperti ini.

#Don’t(just)recycle,thinkfirst #Jogjahijau #KonsumsiHijau