Aku Hemat Air Karena Allah

0
1059

Air bersih merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dari mulai bangun tidur kita mandi membutuhkan air bersih, ibu mencuci baju dan piring membutuhkan air bersih, untuk minum dan memasak kita membutuhkan air bersih, untuk mencuci kendaraan kita membutuhkan air bersih, bahkan bagi seorang muslim kita lebih banyak membutuhkan air bersih untuk bersuci (berwudhu) sebelum beribadah, atau bahkan (maaf) untuk BAB dan BAK kita membutuhkan air bersih bukan?

Oke, kita tahu bahwa hampir semua orang sadar bahwa manusia sangat membutuhkan air bersih. Tapi tidak semua orang faham kenapa tulisan ini berbunyi “aku hemat air karena Allah”? mungkin ada yang bertanya kenapa kita harus berhemat? Bukankah 2/3 bumi kita adalah air? Air tersebar dimana-mana dengan gratis.

Memang betul, 2/3 bumi kita adalah air. Lautan lebih membentang luas daripada daratan. Akan tetapi seberapa banyak kah air yang patut untuk dikonsumsi oleh manusia dari 2/3 air yang ada dibumi ini? Kebanyakan dari seluruh air yang ada di bumi, hanya sedikit saja yang layak dipergunakan manusia untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mencuci, menghilangkan hadas najis dsb. Lalu sisanya? Sisanya adalah es, air laut, air yang tercemar dan air yang menguap (awan).

Kita lihat saja ibu kota jakarta kita, setiap musim hujan air melimpah dikota tersebut. Tapi penduduk jakarta susah sekali mendapatkan air bersih, mereka bahkan harus membayar air bersih per drijen untuk sekedar minum. Ya, karena air yang melimpah itu adalah air banjir yang kotor. Mungkin bagi orang kaya, air mudah didapat. Dirumah tinggal buka kran, air pam sudah mengucur sepuasnya. Tapi tahukah ia, bahwa air pam didatangkan dari daerah-daerah yang semakin hari persediaan air dari daerah juga semakin menipis, sehingga harga air pam semakin mahal. Jadi jangan beranggapan bahwa air masih tersebar dimana-mana, sehingga kita berhak memboros-boroskannya. Bayangkan jika karena keborosan kita dimasa kini, membuat anak cucu kita kesulitan air bersih kelak. Mereka harus membayar dengan harga yang sangat mahal untuk sekedar mandi dan minum.


Maka begitu banyak aktifis-aktifis yang peduli lingkungan, bersemangat menggembor-gemborkan konsep Go green ini. Hemat energi dan hemat air untuk menjaga kelestarian alam. Banyak nasihat mereka yang patut kita contoh. Tapi sebagai muslim, hendaknya kita juga tahu bahwa islam lebih dulu mengenalkan konsep Go green ini dibanding yang lainnya.

Rasulullah SAW pernah mengandaikan bahwa bumi yang kita tempati ini pada jamannya adalah ibarat nenek-nenek yang sudah tua renta. Tinggal menunggu waktu saja sampai bumi ini hancur dan menghancurkan seluruh isinya. Kalau jaman Rasulullah saja bumi kita sudah diibaratkan nenek yang tua renta, bagaimana dengan sekarang? Maka pantaslah kita menjaganya agar anak cucu kita kelak juga masih bisa menikmati karunia-Nya yang tersebar dibumi ini. Sebenarnya Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan yang baik, telah mencontohkan untuk berhemat air sejak dari dulu. Mari kita cermati salah satu hadits dibawah ini :

Dari Abdullah bin zaid radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam  diberi air dua pertiga mud lalu beliau mulai menggosok dua tangannya dengan air itu.” (HR Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah).

Mud itu menurut kamus adalah nama salah satu alat penakar, sebanyak dua kati (seberat 16 once atau 1 1/2 kati atau segenggam penuh yang sedang bila kedua telapak tangannya dipenuhi air). Hadits ini telah diriwayatkan juga oleh Abu Dawud dari Ummu Imarah radhiyallahu anha golongan Anshar dengan sanad yang bagus. Dan diriwayatkan juga oleh  Al-Baihaqi dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu. Air sebanyak dua pertiga mud itu adalah yang paling sedikit dipergunakan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam untuk berwudhu’.

Sunnah yang satu ini dilakukan oleh Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bukan lantaran di tanah Arab adalah daerah yang sulit air, tapi memang Allah mewahyukan dan agar jadi pelajaran bagi ummat. Sepintas sepele dan biasa-biasa saja. Namun bila dipikirkan lebih jauh, sunnah ini sangat pas untuk masa sekarang yang kian mengalami kekurangan sumber mata air, bahkan bagi negeri yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Kemajuan zaman, kian padatnya penduduk bumi dan berbagai kepentingan tertentu, membuat sumber mata air banyak yang kering. Dan persediaan sumber air dalam tanah kian cepat terkuras. Apalagi setiap mesjid telah menggunakan kran air. Ketika berwudhu’, air mengucur tanpa henti. Dan hemat air tak pernah terpikirkan oleh seorang Muslim. Jika sunnah hemat air ini dilaksanakan oleh ummat, tanpa disadari mereka telah memperlambat kerusakan bumi.

Karena itu wahai Muslimin! Buka sedikit saja lubang kran air dalam berwudhu’. Kecil dan sepele tapi dapat menolong bumi memperlambat kerusakannya. Selain itu, dengan berhemat air kita telah menjalankan salah satu sunnahnya. Dan menjalankan sunnahnya adalah termasuk ibadah dan kita akan mendapatkan pahala bukan? 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S Ar-rum :41)

Ayo, berhemat air! Dan katakan “ Aku hemat air karena Allah” …

@Nyanyang

#Don’t(just)recycle,thinkfirst #Jogjahijau #KonsumsiHijau