Tata Cara Mandi yang Hemat Pemakaian Air Bersih

0
2546
Bak mandi di kamar kost saya yang selalu kering.
Bak mandi di kamar kost saya yang selalu kering.

Apa sih mandi pakai ada tata cara segala? Mandi kan tinggal cebur-cebur aja pake air ya, kan? Tentu saja tidak, jika kita memilki gaya hidup yang ramah lingkungan.

Menghemat air berkaitan dengan mindset atau pola pikir. Kita yang hidup di Indonesia bagian barat, mayoritas dimanjakan dengan air yang melimpah dari langit akibat curah hujan yang tinggi dan majunya pembangunan saluran air bersih. Itulah kenapa sejak kecil kita tidak dididik untuk berhemat air.

Don’t just take a bath, think first

Kita pikir air akan ada terus sepanjang kita hidup. Paling tidak, sebagian besar masyarakat berpikir demikian. Padahal itu tidaklah tepat, salah satu contohnya adalah kesulitan air yang dialami sebagian warga lereng gunung Merapi pasca erupsi bisa terjadi. Mereka tiba-tiba kehilangan mata air, padahal sebelumnya mata air itu sangat melimpah.

Kembali lagi ke permasalahan mandi, jika dilakukan dengan benar, maka akan menghemat air yang cukup banyak. Jadi begini biasanya cara saya mandi:

  • Sebagai ilustrasi, bak mandi kost saya berukuran sekitar 30x50x75 sentimeter. Saya hanya mengisi setengah bak mandi tersebut, tepat sebelum saya mandi.
  • Sebelum mulai menyentuh air, saya akan menata peralatan mandi seperti shampoo, kondisioner, sabun badan, sabun muka, sikat gigi dan pasta gigi di mulut bak mandi.
  • Pertama kali dimulai dengan guyuran 2-4 gayung untuk membasahi rambut dan seluruh tubuh.
    Setelah itu saya akan mulai dengan shampoo untuk rambut yang saya gunakan secukupnya, setelah itu akan saya bilas dengan 2-3 gayung air.
  • Segera setelah itu saya akan pakai kondisioner, lalu pakai sabun untuk badan. Tanpa membilas badan, saya akan sikat gigi dulu.
  • Baru setelah selesai sikat gigi dan berkumur, saya menggunakan sabun muka dan kemudian membilas seluruh tubuh mulai dari atas sampai ke bawah.
 

Total hanya beberapa belas guyuran saja yang saya gunakan untuk membilas seluruh tubuh hingga bersih. Biasanya setengah dari bak mandi tidak sepenuhnya habis saya pakai. Jeda waktu setelah pakai kondisioner hingga membilas itu sangat diperlukan supaya kondisionernya bekerja. Tetapi saya melakukannya dengan cara tetap “bekerja”, mulai pakai sabun badan, sikat gigi dan pakai sabun muka. Jadi total waktu yang saya gunakan untuk mandi tidaklah banyak, mungkin kurang dari 15 menit saja.

Bak mandi di kamar kost saya yang selalu kering.
Bak mandi di kamar kost saya yang selalu kering.

Manfaat bak mandi yang selalu kering

Bagaimana bisa bak mandi selalu kering? Tentu saja jawabnya gampang, karena kost saya kamar mandi dalam, jadi hanya saya saja yang memakai kamar mandi tersebut. Ada beberapa manfaat bak mandi yang selalu kering, yakni:

  • Lebih mudah dibersihkan karena tidak banyak kotoran yang menumpuk.
  • Bebas dari jentik-jentik nyamuk karena air tidak lama bertahan disana.
  • Selalu mendapatkan air yang “baru” dari kran air yang terkadang suhunya lebih tinggi di pagi hari, sehingga tidak dingin.
 

Kita harus mulai berubah dari sekarang dan menularkan perubahan itu kepada orang lain, paling tidak orang terdekat kita. Memang awalnya terasa absurd dan tidak nyaman dengan cara mandi yang saya gunakan, tapi setelah terbiasa juga baik-baik saja. Dengan cara mandi seperti itu, saya tidak akan merasa bersalah jika mandi dua kali sehari, karena air yang saya pakai setara dengan satu kali mandi orang kebanyakan.

Saya mempercayai bahwa hal kecil jika dilakukan banyak orang akan memiliki dampak yang besar. Itulah kekuatan pengali atau kekuatan komunal. Seperti misalnya masalah penghematan air ini, jika banyak orang melakukannya meskipun kecil, maka hasilnya akan berbeda. Sedikit buka rahasia, kalau lagi ga kemana-mana, saya hanya mandi sekali saja, lho. Tapi tidak berlaku di cuaca sekarang yang panas dan gerah ini. Bakal ga bisa tidur malam kalo gerah.

Nah, itu cara mandiku yang hemat air, melakukan #KonsumsiHijau untuk mendukung #JogjaHijau. Bagaimana dengan cara mandimu? Sudah siapkah jika kekurangan air?