Benteng Bersejarah

0
497

Perjalanan napak tilas ini kami mulai dengan mengunjungi Benteng Kalamata yang terletak di sebelah selatan Kota Ternate. Perjalanan sepanjang 3 kilometer (km) untuk mencapai lokasi ini bisa kami tempuh hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit saja menggunakan kendaraan darat. Dibandingkan dengan Benteng Oranye,  kondisi Benteng Kalamata masih jauh lebih baik. Kesan bersih dan terjaga terlihat di dalam  bangunan yang didirikan pada tahun 1540 ini. Lokasinya berada persis di pinggir laut. Hingga dari benteng ini kita bisa melihat keanggunan  Gunung Maitara dan Tidore yang menjulang di tengah laut.

Sejarahnya, Benteng Kalamata atau yang sering disebut juga Benteng Santa Lucia ini dibangun oleh Bangsa Portugis pada tahun 1540. Pada tahun 1609, salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Both, memugarnya. Benteng Kalamata pernah juga diduduki oleh Bangsa Spanyol setelah dikosongkan oleh Geen Huigen Schapen pada tahun 1625. Tahun 1779, benteng ini kembali dipugar oleh Mayor Von Lutnow. Sekarang yang  kita lihat dari benteng ini adalah bentuk arsitektur modern hasil pemugaran yang sudah tidak lagi menampakan keasliannya. Nama Kalamata sendiri konon berasal dari nama salah seorang Pangeran Ternate yang meninggal dunia di Makassar pada tahun 1779.

Kondisi serupa juga kami temui ketika mengunjungi Benteng Talukko yang terletak di sebelah utara Kota Ternate. Beberapa kali mengalami pemugaran, benteng tersebut sekarang tetap berdiri kokoh. Meskipun sebagai bangunan peninggalan sejarah, cara pemugaran benteng tersebut terkesan asal dan menghilangkan sedikit kesan aslinya. Terletak di Kelurahan Dufa-dufa, benteng ini berjarak kurang lebih 3 Km dari pusat kota Ternate.

Dalam sejarahnya, benteng ini semula dibangun oleh Fransisco Serao yang berkebangsaan Portugis pada tahun 1540. Pieter Both, kemudian merenovasinya pada tahun 1610.  Sering disebut sebagai Benteng Santo Lucas, benteng ini pernah diduduki oleh  Sultan Mandarsyah, yang memerintah Kesultanan Ternate selama 24 tahun (1648-1672),  beserta sekitar 160 orang pasukannya atas izin pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1661.

Sumber: http://www.komunitashistoria.com/article/2014/03/12/benteng-benteng-bersaksi-dari-ternate/