Aci Sampeu, bahan pembuatan Kantong plastik Biodegradable

0
1623

Apakah peran kita untuk dapat mengurangi penggunanan kantong plastik yang sangat tidak ramah lingkungan ? bagaimana kita dapat berperan dalam program pemerintah tentang Global Green Solutions ?

Naah sekarang mari kita bahas tentang kantong kresek bahan plastik yang menjadi penyumbang nomor satu perusak lingkungan, mengapa demikian ? kantong plastik adalah produk pengemasan yang paling banyak digunakan di Indonesia, bayangkan saja berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bahan plastik tersebut dapat terurai dengan sempurna, mungkin butuh ratusan tahun atau lebih. Apakah kita pernah membayangkan bagaimana kondisi Bumi kita nanti ? mungkin kalau dilihat dari atas akan tampak sperti tercekik oleh kantong plastik.

globe-in-plastic
Image: http://dee-idea.blogspot.com

Kantong kresek yang terbuat dari plastik tersebut adalah alat kemasan yang paling banyak digunakan oleh konsumen atau masyarakat kita, karena selain mudah di dapat harganya juga relatif sangat murah.

Budaya instan yang masih melekat dari kebiasaan masyarakat kita tentu menjadi hal yang turut serta mempengaruhi program pemerintah dalam upaya penerapan Green Global Solutions.

Semua orang ingin serba praktis dan tidak ingin direpotkan dengan hal-hal yang  ribet, bayangkan saja jika ibu-ibu yang sering berbelanja ke pasar-pasar atau supermarket harus membawa kardus atau keranjang dari rumah untuk pengganti kantong plastik yang telah disediakan oleh supermarket, tentu akan sangat merepotkan. Maka tak ada alasan yang lebih praktis untuk terpaksa menggunakan kantong kemasan berbahan plastik tersebut.

Menggunakan kantong plastik sebagai tempat bawaan barang belanjaan dari pasar tradisional atau supermarket sepertinya menjadi dilema tersendiri bagi pemerintah untuk memfokuskan program penghijauan dan penerapan Green Global Solutions, masyarakat sepertinya sudah sangat terbiasa sedari dulu menggunakannya, lalu mengapa kantong plastik masih saja di produksi oleh perusahaan ? mengapa tidak mencoba alternatif lain untuk mengganti alat kemasan tersebut ?

Sepertinya sangat sulit untuk mengalihkan konsumen dari penggunaan alat kemasan yang jauh lebih baik dari bahan plastik seperti contoh alat kemasan yang terbuat dari bahan yang lebih ramah lingkungan dan mudah untuk di daur ulang kalau tidak dimulai dari kesadaran diri sendiri.

Semua itu seperti menjadi dilema tersendiri baik bagi pemerintah ataupun masyarakat karena menurut saya sendiri program tersebut tidak berjalan secara maksimal, karena sampai sekarang masih banyak masyarakat kita yang tetap menggunakan alat kemasan berbahan plastik tersebut.

Lalu apa jawaban pada awal kalimat diatas ?

Banyak ide hijau yang dapat kita kembangkan untuk mengurangi kontribusi kantong plastik yang semakin menumpuk jikalau kita lihat di tempat akhir pembuangan akhir sampah (TPA).

Ide sederhana yaitu mengganti kantong plastik tersebut dengan kantong yang reusable misalnya, seperti contoh membeli alat kemasan yang berbahan Biodegradable.

Apakah itu Biodegradable ? Biodegradable adalah  sampah organik yang mudah membusuk  seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya yang mudah terurai dan selanjutnya juga dapat diolah menjadi kompos.

lalu pakah itu Aci sampeu ?

Aci sampeu (Bahasa Sunda) adalah tepung kanji yang dihasilkan dari sari pati umbi-umbian (singkong). lalu bagaiman Aci Sampeu itu bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan kemasan yang ramah lingkungan ?, Aci Sampeu adalah murni bahan organik dan proses untuk pembuatannya menjadi kemasan ialah melalui proses BioDegradable (teknologi pengolahan sampah organik)

Aci sampeu
Walikota Bandung Ridwan kamil membagikan kantong plastik ramah lingkungan berbahan Aci Sampeu. Image: http://jabarprov.go.id

Kenapa harus kantong Plastik ? jika ada bahan kemasan yang terbuat dari bahan lebih ramah lingkungan yang sebenarnya dapat dengan mudah kita temukan atau kita ciptakan. Hanya kesadaran dari diri sendirilah yang akan ikut menyadarkan orang lain akan betapa pentingnya kita menjaga kelestarian dan hijaunya Bumi kita untuk masa depan anak cucu nanti.

Selain program-program penghijauan yang telah banyak dijalanakan, baik pemerintah ataupun organisasi-organisasi pecinta lingkungan, langkah yang harus terus dilakukan adalah pengenalan tentang bahaya dari penggunaan bahan-bahan  plastik tersebut, itu adalah salah satu solusi yang tepat dan harus terus di sosialisasikan, terlebih pengenalan dini kepada para generasi muda.

Think first don’t just recycle.