Sustainable Consumption, Smart Consumption for Sustainable Environment

0
371

Bumi ini bukanlah suatu tambang yang tak pernah habis. Sumber daya bumi ini bukanlah bagai air laut yang ada di permukaannya, terhampar luas dan tak pernah habis. Mungkin kita pernah mendengar pernyataan tentang Tuhan dan bumi. Tuhan tak kan pernah membiarkan makhlukNya mati kelaparan, hidup sengsara, Tuhan menciptakan bumi ini sesuai dengan ukuran untuk kehidupan manusia hingga akhir zaman. Pernyataan ini bisa dikatakan benar. Namun, kita tak boleh lupa bahwa sebagai wakilNya di bumi ini, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab kepada Tuhan atas bumi ini. Menjaga lingkungan dan bumi bukanlah sebatas mengenai melindungi bumi agar dapat bertahan untuk generasi selanjutnya hingga ratusan tahun mendatang namun juga sebagai tanggung jawab moral kita sebagai wakilNya kepadaNya. Kita lupa bahwa manusia makhluk serakah yang membuat banyak kekacauan dari dulu hingga sekarang, jika hal tersebut tidak kita sadari maka tak terelakkan lagi, hal yang diramalkan dan ditakutkan terjadi akan menjadi fakta di masa depan. Generasi selanjutnya akan kekurangan energi dan harus mencari sumber energy tambahan untuk kelangsungan hidup mereka.

Menjaga bumi ini  bukanlah kembali pada kehidupan prasejarah dan menjauhi peradaban dengan teknologi yang kini makin merusak bumi. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menjadi konsumen cerdas. Bagaimana menjadi konsumen cerdas? Menjadi konsumen cerdas artinya menggunakan/mengkonsumsi produk dan teknologi dengan baik, sesuai dengan kebutuhan teknologi yang kita gunakan. Hal ini bisa diwujudkan dengan konsumsi hijau. Konsumsi hijau adalah konsumsi produk yanga  baik dan aman bagi lingkungan dimana baik dari bahan dasarnya, tidak mengandung zat yang dapat merusak lingkungan, baik saat proses pengolahan produk, cara pendistribusian, cara mengkonsumsi produk tersebut serta pembuangannya. Produk tersebut diharapkan juga dapat direcycle. Selain itu konsumsi hijau juga mengupayakan agar suatu produk dapat dikonsumsi secara berkelanjutan (sustainable consumption), sehingga energy dan biaya yang dikeluarkan berkurang begitu juga dengan limbah yang dihasilkan.

Konsumsi hijau bukanlah hal yang sulit dilakukan. Konsumsi hijau hanya perlu sedikit memperhatikan produk yang kita pakai. Berikut merupakan pemaparan dari produk-produk yang perlu kita perhatikan.

  1. AC & Refrigerator

Perhatikan energi yang dikonsumi per tahun (kWh/tahun), contohnya 324 kWh/tahun. Energi tersebut tidak terlalu besar sehingga baik untuk dipakai. Menggunakan inverter.

Menggunakan refrigerant: R600a isobutana, HC-12, HC-22, HC-134a, HC-600.

Refrigerant yang sering dipakai adalah CFC, dimana CFC merupakan ODS (Ozon Depleting Substance) yaitu zat perusak ozon, kemudian CFC digantikan HFC, hidrokarbon yang ramah lingkungan dan ODS bernilai nol, seperti R600a namun penelitian terbaru menemukan bahwa HFC termasuk GWP (Global Warming Potential). However paling tidak kita pilih yang beresiko lebih sedikit. HFC beresiko kurang dari CFC, meski yang terbaik adalah HC.

  1. Paper

Kertas yang baik pada kemasan luarnya terdapat Indonesia ecolabel seperti gambar di bawah ini. Selain itu terdapat juga label dengan keterangan ISO 14001, ISO 9001 dan ISO 50001. Label ini berarti kertas diproduksi oleh industri yang memperhatikan lingkungan pada proses produksi dan limbahnya.

  1. Paint

Cat yang baik adalah yang dilarutkan dalam air dan tidak mengandung logam berat seperti Cadmium (Cd), Mercury (Hg), Lead (Sn). Pastikan cat yang anda beli memiliki label di bawah ini.

  1. Detergent

Detergent yang baik adalah yang tidak mengandung Chlorin, asam kuat seperti HCl dan H2SO4, herbisida dan fungisida.

  1. Lamp

Lampu yang baik adalah LED, dilihat dari zat penyusunnya dan lifetime nya yang panjang. Lampu CFL yang biasa dipakai juga baik.

Ternyata menjadi konsumen cerdas sangat mudah, cukup dengan memperhatikan logo di atas maka kita sudah melakukan konsumsi hijau. So don’t (just) recycle, think first. Tunggu apa lagi? Jadilah agen pertama di lingkungan anda untuk kampanye konsumi hijau.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kalau bukan kita, siapa lagi?

Konsumsi hijau, konsumsi cerdas!!

#jogjahijau #idehijau