Kobokan; Bersih, Hemat, dan Ramah Lingkungan

0
865

Tahukah anda dengan kobokan? Kobokan adalah tempat kecil berisi air untuk membersihkan tangan saat makan. Istilah ini lebih dikenal di daerah Jawa (Tengah), mungkin di daerah lain ada tempat yang memiliki fungsi sama tapi dengan penamaan lain. Tempat cuci tangan ini biasanya berbentuk mangkok, entah itu terbuat dari kaca (beling), plastik, stainless steel, atau dari tanah liat; yang penting bisa untuk cuci tangan sebelum dan setelah makan.

Tradisi adanya kobokan ini sudah turun temurun sejak nenek moyang kita, sampai muncullah produk modern yang terlihat lebih keren; wastafel. Sempat surut dan nyaris punah, sampai kemudian akhir-akhir ini kobokan mulai kembali ngetren seiring tumbuhnya warung makan penyetan dan lesehan. Apalagi warung makan tersebut biasanya didirikan dengan tenda portable, nggak mungkin lah mereka bawa wastafel tiap hari, belum lagi kran dan pipa air, berasa ribet.

Kenapa penggunaan kobokan ini bisa dikatakan bersih, hemat, dan ramah lingkungan karena beberapa hal antara lain:

  • Sebelum makan cuci tangan dulu seperti anjuran dokter di iklan layanan masyarakat, sehingga mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh lewat tangan saat makan.
  • Biasanya menggunakan air sumur, bukan air bekas cuci piring atau air limbah lainnya.
  • Hemat air. Satu mangkok kobokan untuk satu sampai tiga orang yang digunakan dari sebelum sampai selesai makan. Bandingkan dengan menggunakan wastafel yang cenderung boros menggunakan air kran, apalagi jika di depan wastafel dipasang cermin.
  • Tidak perlu sabun atau handy clean yang mengandung bahan kimia.
  • Ramah lingkungan karena hemat air dan meminimalkan penggunaan tissue yang berpotensi menambah sampah dan merusak hutan.

Tissue biasa digunakan untuk membersihkan make up maupun keringat. Di negara barat tissue juga digunakan di toilet. Sendok dan garpu di restoran kalangan atas malah dibungkus dengan tissue. Saking populernya tissue tersedia di restoran, kemudian ditiru oleh sebagian pemilik warung makan. Karena harga tissue relatif mahal, lalu para warung makan mensiasatinya dengan menyediakan tissue toilet. Itulah kenyataannya, tissue toilet digunakan untuk membersihkan tangan dan mulut sesudah makan.

tissue hatiselembutsalju
Tissue di sebuah mini market.

Dibalik tampilan imut, putih, bersih, wangi, dan terlihat lebih rapi, ternyata tissue mengancam kehidupan makhluk hidup di bumi. Betapa tidak, untuk membuat 40 sheet tissue saja membutuhkan sebuah pohon keras berumur 6 tahun. Pohon-pohon di hutan ditebang untuk diolah menjadi pulp (bubur kertas) sebagai bahan dasar tissue. Hutan-hutan di Sumatra dan Kalimantan pun mulai gundul hasil pembalakan liar dan industri, tanpa upaya forestasi dan reboisasi.

Mungkin masih ada yang berkilah bahwa pohon untuk membuat kertas dan tissue diambil dari hutan produksi, bukan hutan lindung atau hutan rakyat, tapi apakah benar demikian di lapangan? Penggantian fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi juga merupakan sebuah kesalahan.

Hutan adalah tempat berbagai flora fauna bertahan hidup, selain itu fungsi hutan adalah menyerap dan menyimpan air untuk kebutuhan makhluk hidup. Akar pohon berfungsi menahan tanah agar tidak hanyut jika datang hujan, jika hutan gundul tidak jarang saat hujan lebat di musim hujan mengakibatkan banjir bandang. Dan yang paling utama, hutan sebagai pori-pori bumi yang menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Gundulnya hutan mengakibatkan bumi semakin panas.

Memang sekarang sudah ada upaya membuat tissue dari bahan daur ulang, tapi persentase pembuatannya masih kecil. Tapi tetap saja pohon tak tergantikan menjadi bahan baku utama pembuatan tissue. Akankah kita tetap menggunakan tissue, sedangkan bahaya lebih besar mengancam kehidupan kita?

Sebagian produsen tissue juga menggunakan klorin untuk pemutih tissue agar terlihat bersih. Klorin adalah bahan kimia yang dapat memicu terjadinya kanker. Padahal tissue digunakan dari membersihkan make up, mulut dan tangan saat makan, hingga saat buang air. Semakin banyak berinteraksi dengan tissue, semakin besar pula kemungkinan kanker menyerang tubuh kita.

Mulailah dari diri sendiri meminimalkan penggunaan tissue, apalah gunanya kita kampanye tissue merusak hutan tapi kita terlihat menggunakannya. Untuk membersihkan dari kotoran lebih baik menggunakan air. Air tersedia karena diikat dan disimpan oleh hutan. Jika hutan gundul dibuat tissue, airpun semakin sulit didapat. Jadi, pilih tissue atau air?

kobokan hatiselembutsalju
Kobokan.

Penggunaan kobokan sebagai tempat cuci tangan perlu dilestarikan. Di salah satu warung makan masakan padang di dekat rumah saya tidak menyediakan wastafel dan tissue, hanya kobokan dan serbet (kain untuk membersihkan air). Air yang disajikan dalam mangkok saat makan di warung makan itu namanya kobokan, maka jangan sekali-kali meminumnya karena itu air mentah.