Buanglah Obat Pada Tempatnya

0
784

Tahu obat antibiotik? Banyak orang yang percaya kalau obat antibiotik sangat manjur untuk segala penyakit. Padahal, obat antibiotik hanya khusus untuk penyakit yang disebabkan karena virus ataupun kuman (bakteri). Kalau hanya demam, tak perlu pakai antibiotik. Fungsi antibiotik adalah membunuh kuman dan virus yang ada dalam tubuh seseorang.

Masih ingat iklan layanan masyarakat tentang kondom yang dibintangi oleh alm. Harry Roesli? Cek videonya di sini. Dan ini petikan liriknya, “Antibiotik tidak cegah penyakit. Sembarang minum, kuman jadi imun, malah diobatin sulit.” Tau kenapa kok kuman jadi imun? Jika salah minum atau dosisnya kurang, kuman dan virus tak akan mati, yang ada malah jadi kebal dengan obat itu.

Kalau obat itu bisa membuat imun kuman semakin kuat jika sembarang minum, bagaimana kalau obat itu terbuang dan mencemari tanah dan air di bumi ini? Bukan hanya antibiotik, namun juga obat lainnya yang mengandung “anti” (antijamur, antibakteri, antiseptik, dll).

Sudah tahu bahayanya karena apa?

  1. Karena berfungsi untuk membunuh kuman dan virus, obat-obatan ini dapat merusak ekosistem dan rantai makanan karena dapat membunuh mikro-organisme alami (bakteri baik) seperti hewan-hewan pengurai yang ada di dalam tanah ataupun air. Jika hal itu terjadi maka sampah, bangkai, dan semua yang seharusnya terurai, takkan bisa terurai. Lalu, bagaimana jika sampah-sampah yang seharusnya terurai tidak bisa terurai? Silakan dibayangkan.
  2. Jika sembarang minum saja bisa menyebabkan kuman makin imun, apalagi kalau sembarang membuang. Akibatnya adalah akan semakin banyak penyakit yang disebabkan karena kuman dan virus. Kuman dan virus jahat juga semakin kuat daya tahannya dan semakin sulit dibasmi. Jika sudah begitu, mau dengan cara apa kita harus membasminya? Semoga tak perlu minta bantuan Power Rangers.

Makanya, don’t (just) recyle, think first. Kalau kata Cak Lontong, “mikir!”

Banyak aspek berbahaya jika kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Karena inilah saya usulkan slogan Buanglah Obat Pada Tempatnya. Slogan tersebut bisa dipakai untuk mengkampanyekan gaya hidup hijau.

Untuk itulah kita perlu tahu di mana dan bagaimana membuang obat agar tidak berbahaya. Tips ini saya dapatkan dari hasil obrolan saya dengan teman saya yang berprofesi sebagai apoteker. Check it Out:

  1. Untuk obat antibiotik dan obat lainnya yang mengandung “anti”. Kumpulkan dan serahkan ke rumah sakit ataupun apotek. Kok gitu? Logikanya begini. Tiap hari rumah sakit menghasilkan sampah medis, termasuk sampah obat-obatan dan bungkusnya. Baik rumah sakit maupun apotek punya tempat sampah khusus medis. Sampah-sampah medis itu akan dimusnahkan di tempat dan dengan cara khusus agar tidak berbahaya bagi orang lain dan mencemari lingkungan.
  2. Jika pun terpaksa harus membuang obat ke tempat sampah biasa (hanya untuk obat-obat umum dan bukan obat antibiotik dan obat “anti”), pastikan obat yang tersisa itu dikeluarkan dari kemasannya. Setelah itu, kemasan (dus, alumunium, plastik, botol, label, dll) dirusak terlebih dulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah beredarnya obat-obatan palsu ataupun rekondisi yang juga bisa membahayakan bagi yang meminumnya.

 

Salam Istimewa dari #jogjaistimewa #jogjahijau utuk #idehijau