Profil Johnny Hendarta

0
3307

Potret-potret Fotografi Johnny Hendarta

Jhonny HendartaJohnny Hendarta adalah seorang fotografer professional yang banyak dikenal di Yogyakarta dan Indonesia. Saat duduk di bangku SMA, sang ayah membelikannya sebuah kamera. Saat itu, ia belum membayangkan, fotografi akan menjadi dunia yang akan ia geluti dan membesarkan namannya hingga saat ini.

“Kamera pemberian ayah waktu itu digunakan untuk memotret ketika piknik. Karena harga filmnya masih mahal, saya patungan sama teman-teman dan kami bagi frame-nya” kenang Johnny sambil tertawa. Dari situlah, Johnny mulai tertarik dengan dunia fotografi. Hingga duduk di bangku kuliah, fotografi bagi Johnny adalah hobi. Ia belajar secara otodidak untuk mengembangkan kemampuannya. Momen-momen acara di kampus dan wisuda menjadi ajang baginya untuk mengembangkan kemampuan dan teknik fotografinya.

Ditambah, dari hobinya itu Johnny bisa mendapatkan pemasukan. Hal tersebut membuatnya semakin bersemangat. Mengingat, pada medio1970-an, hobi fotografi merupakan kegiatan yang tidak murah. Sementara, belum banyak tukang foto selain hanya di studio-studio foto. “Dalam suatu wisuda, bisa dikatakan saya borong fotonya. Dari situ, saya mulai menabung untuk membeli kamera baru yang spesfikasinya lebih top,” ujarnya.  “Sasaran konsumen”-nya yang pertama adalah teman-teman dekatnya.

Selesai kuliah, kegemaran Johnny di bidang fotografi semakin menjadi-jadi. Ia rajin membaca buku fotografi, mengikuti berbagai lokakarya, aktif di komunitas fotografi, belajar teknik fotografi dan mencetak di studio-studio foto di Yogyakarta. Ia rajin mengkuti dan memangkan berbagai lomba fotografi. Insting bisnisnya bekerja. Ia mulai merambah wedding photography. Hasil karyanya berbeda dengan studio-studio foto pada masa itu. “Dari kegiatan fotografi saya akhirnya menutup usaha yang sudah saya jalankan selama dua tahun,” kata Johnny.

Pilihan Johnny di bidang fotografi semakin mantap. Pada 1983, Johnny mulai membuka studi foto Creative Photo Center (CPC) di Yogyakarta. Ia melihat celah di bidang fotografi komersial. Tanpa pesaing, ia mulai menggarap berbagai pemotretan produk, mulai dari barang pecah hingga otomotif.  Namanya pun semakin dikenal. Pada 1988-1998 ia dipercaya sebagai Ketua Himpunan Senifoto Yogyakarta selama dua periode.

Pada tahun 1993 sampai 1994, ia aktif sebagai staf ahli majalah Foto Media. Tahun 2000 sampai 2002 Johnny membidani dan mengembangkan M Studio utuk PT Modern Indolab. Selain aktif memotret, sejak 1995, Johnny sering menjadi pembicara pada seminar dan lokakarya fotografi yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Johnny juga kerap diminta untuk menjadi juri lomba fotografi tingkat nasional. Ia juga dipercaya berbagai vendor sebagai konsultan dan ambassador

Saat ini, dunia fotografi berkembang pesat. Bagi Johnny, kemampuan fotografi tidak lagi sebatas mengambil gambar melainkan menciptakan. Sebab, di era digital saat ini, teknologi sudah sangat membantuk hal-hal teknis. “Kemampuan teknik mutlak dikuasai, tetapi kita juga harus memberikan daya rasa pada foto yang kita ciptakan. Kita harus memberikan sentuhan lain pada foto kita,” tuturnya. Untuk mencapai itu, relasi yang baik harus dibangun antara fotografer dan subyek foto harus.

Dalam bekerja, Johnny sangat total. Pun, membina hubungan baik dengan klien sebagai bagian dari etika sosial menjadi prinsip yang selalu dipegangnya. “Dalam bekerja, kita harus mempunyai standar dan pencapaian dari setiap karya kita. Itu yang akan membuat kita berbeda,” tegas Johnny.